Profesi Akuntansi

1. Mengapa suatu profesi perlu etika? Jelaskan pendapat saudara!
Karena etika adalah suatu hal yang sangat penting dalam setiap profesi,setiap profesi perlu adanya etika untuk memberikan batasan batasan dan aturan yang jelas dalam setiap profesi,sehingga setiap orang yang menjalankan profesinya tidak bisa berbuat seenaknya karena sudah ada aturannya.
2. Jelaskan 4 kebutuhan dasar yang harus dipenuhi suatu profesi? dan berilah contohnya masing-masing!
• Kredibilitas = Kredibilitas adalah kualitas, kapabilitas, atau kekuatan untuk menimbulkan kepercayaan.
Contohnya = Kredibilitas terhadap suatu produk. Bagian marketing harus dapat menyakinkan pembeli terhadap produknya sehingga pembeli yakin dan percaya terhadap produk yang akan dibelinya.

• Profesionalisme = Merupakan sifat kemahiran, kemampuan, cara pelaksanaan dari sesuatu yang dilakukan oleh seseorang.
Contohnya = Profesionalisme pada setiap pekerjaan atau profesi untuk menjalankan tugasnya dengan baik dan benar, dan dapat mempertanggungjawabkan hasil dari kerjanya.

• Kualitas Jasa = Kemampuan untuk memberikan pelayanan yang sesuai dan baik kepada masyarakat.
Contohnya = Memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik sehingga masyarakat puas akan kinerja kita.
• Kepercayaan = kepercayaan (trust) sebagai derajat di mana seseorang yang percaya menaruh sikap positif terhadap keinginan baik dan keandalan orang lain yang dipercayanya di dalam situasi yang berubah ubah dan beresiko.

Contohnya = Memberikan kepercayaan kepada pegawai baru dalam menjalankan pekerjaannya agar memberikan pengalaman dalam bekerja.

penerapan etika dalam bisnis di era perdagangan bebas saat ini

1.Contoh penerapan etika dalam bisnis di era perdagangan bebas saat ini :
a) Pelaku bisnis harus mampu mengendalikan dirinya untuk tidak menerima apapun guna memperlancar usahanya dengan cara kotor (sogokan / korupsi).
b) Pelaku bisnis harus lebih perhatian dan peduli tehadap masyarakat dan lingkungan sekitar, dengan cara memperkerjakan masyarakat sekitar yang menganggur dan turut serta dalam membangun lingkunagn sekitar perusahaan.
c) Dalam meyususn rencana pelaku bisnis tidak hanya menyususn rencana jangka pendek saja tetapi juga menyususn rencana jangka panjang dan berkelanjutan.
d) Pelaku bisnis harus melakukan bisnis dengan cara wajar dan benar.
e) Setiap peraturan dan perjanjian yang telah dibuat atau disepakati harus benar-benar dijalankan dengan konsisten dan konsekuen.
2. Pendapat terhadap pernyataan "Kompetisi adalah konsep, mereka yang berhasil adalah yang mahir menghancurkan musuh-musuhnya".

Dalam semua bidang kompetisi itu perlu, gunanya adalah untuk memunculkan persaingan, karena tanpa persaingan tidak akan ada rasa atau keinginan untuk maju, didalam persaingan setiap orang berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik, dan orang yang mampu mengungguli pesaingnya adalah orang yang tebaik.

3. Contoh penerapan dari prinsip-prinsip GCG pada BUMN :

Transparasi (Transparency) :
- Perusahaan menyediakan informasi yang jelas, akurat, dan tepat waktu
- Mengumumkan jabatan yang kosong secara terbuka.

Kemandirian (Independence) :
- Tidak bergantung pada pihak eksternal.
- Proses pengambilan keputusan di nperusahaan dilakukan secara obyektif untuk kepentingan perusahaan.

Kewajaran (Fairness):
- Sistem hukum dan peraturan serta penegakannya yang jelas dan berlaku bagi semua pihak.
- Perlakuan adil kepada seluruh pihak pemegang kepentingan (nasabah, pelanggan, pemilik) dalam memberikan pelayanan dan informasi.

Akuntabilitas (accountability) :
- Pemberdayaan dewan komisaris untuk melakukan monitoring, evaluasi, dan pengendalian terhadap manajemen guna memberikan jaminan perlindungan kepada pemegang saham dan pembatasan kekuasaan yang jelas di jajaran direksi.
- Sistem penilaian kinerja operasional, organisasi, dan perorangan telah sepakat ditetapkan, di terapkan dan dievaluasi dengan baik.

Penerapan Etika dan Etiket di Masyarakat

1. Sebutkan penerapan etiket di masyarakat minimal 5 ?
i. Menyapa teman atau orang yang kita kenal
ii. Berbicara dengan sopan kepada orang lain
iii. Mengetuk pintu dan mengucapkan salam ketika bertamu
iv. Memakai pakaian yang sopan atau teturup
v. Makan menggunkan tangan kanan dan dalam posisi duduk
2. Apabila seseorang melanggar etika akan mendapatkan sanksi. Sebutkan contoh etika
sosial dan sanksi sosial yang berlaku di masyarakat ?
Contoh etika sosial di masyarakat :
A. Wanita tidak boleh menggunakan pakaian yang terbuka ditempat umum
B. Tidak boleh membuat keributan sehingga membuat orang lain menjadi tidak nyaman
C. Berkata jujur, tidak berbohong kepada siapapun
D. Bertutur bahasa yang baik, ramah dan sopan baik kepada orang yang lebih tua
maupun yang sebaya dengan kita
E. Tidak menelfon orang pada larut malam
Contoh sanksi sosial yang berlaku di masyarakat
A. Orang yang melihat akan berfikir negative dan menjadi sasaran tindak kejahatan (pelecehan seksual)
B. Di tegur atau dikucilkan dalam masyarakat
C. Diserahkan ke pihak yang berwajib jika pelanggaran yang kita buat sudah
melewati batas-batas norma dalam lingkungan tersebut
D. Dikekan denda atas pelanggaran yang kita buat
E. Menjadi pergunjingan orang banyak
3. Apa kelebihan dan kekurangan paham hedonisme bila diterapkan di era globalisasi
sekarang ?
Kelebihan
a. Memberikan informasi yang banyak kepada kita
b. Menambah pengetahuan dan teknologi
c. Karena kemajuan teknologi membuat kita lebih mudah dalam menjalankan kegiatan
Kekurangan
a. Kita lupa akan budaya dan sejarah kita
b. Bisa merusak nilai dan norma yang ada di lingkungan masyarakat / sosial,
politik, hukum, ekonomi, dan budaya.
c. Bisa merusak generasi muda bangsa yang ada dan untuk masa yang akan datang.

Conditional Sentences

Conditional Sentences
Conditional (Kalimat Pengandaian) menjelaskan bahwa sebuah kegiatan bertentangan dengan kegiatan yang lain. Conditional yang paling umum adalah Real Conditonal dan Unreal Conditonal, kadang-kadang disebut juga if-clauses.
Real Conditional (sering juga disebut juga dengan Conditional Tipe I) yang menggambarkan tentang mengandai-andai sesuai dengan fakta.
Unreal Conditional (sering juga disebut sebagai Conditional Tipe II) yang menggambarkan tentang pengandaian yang tidak nyata atau berimajinasi.
Ada juga Conditional yang ke-3 yang sering disebut dengan Conditional Tipe III, digunakan sebagai penyesalan yang terjadi di masa lampau dan zero conditional, digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang sudah pasti benar.
Catatan: Jika klausa "if" diletakkan di awal kalimat, kita harus menggunakan koma. Sebaliknya jika klausa "if" berada di belakang, maka tidak perlu ada koma
Zero Conditional
Digunakan untuk mengekspresikan kebenaran umum. Tense yang digunakan biasanya Present Simple Tense
Rumus
(Klausa IF) (Induk Kalimat)
If you heat water to 100 C, it boils.
Atau
(Induk Kalimat) (Klausa IF)
Water boils if you heat it to 100 C,
Contoh:
• If you drop an apple, it falls. = An apple falls, if you drop it.
• If you don't do your homework, I will be disappointed. = I will be disappointed, if you don't do your homework.
Catatan: Pada tipe ini, if sering digantikan dengan "when"
Conditional I
Digunakan untuk mengekspresikan pengandaian yang dibuat berdasarkan fakta di masa sekarang atau masa yang akan datang dan pengandaian ini bisa saja terjadi. Klausa if biasanya dalam bentuk Present Simple Tense.
Rumus
(Klausa IF) (Induk Kalimat)
If I see you tomorrow, I will buy you a drink.
Atau
(Induk Kalimat) (Klausa IF)
I will buy you a drink if I see you tomorrow.
Kita sering menggunakan unless yang artinya 'jika... tidak.
Rumus
(Klausa IF) (Induk Kalimat)
Unless you hand in your homework, I won't mark it.
Artinya
If you don't hand in your homework, I won't mark it.
Atau
(Induk Kalimat) (Klausa IF)
I won't mark your homework unless you hand it in.
Artinya
I won't mark your homework if you don't hand it in.
Catatan: Kita tidak pernah menggunakan will, atau won't dalam Klausa IF.
Contoh:
• If I have time today, I will phone my friend. = I will phone my friend, if I have time today.
• If I go to England, I will buy some Cheddar cheese. = I will buy some Cheddar cheese, if I go to England.
Conditional Tipe II
Digunakan untuk mengekspresikan situasi yang tidak nyata di masa sekarang atau masa yang akan datang. Tipe ini digunakan untuk mengekspresikan sebuah harapan. Tenses yang digunakan dalam klausa IF adalah Past Simple Tense.
Rumus
(Klausa IF) (Induk Kalimat)
If I won the lottery, I would buy a new house.
Atau
(Induk Kalimat) (Klausa IF)
I would buy a new house if I won the lottery.
Catatan: Jangan gunakan would atau wouldn't dalam Klausa IF.
Contoh:
� If I were you, I wouldn't do that. = I wouldn't do that, if I were you.
� If I had more time, I would do more on my websites. = I would do more on my websites, if I had more time.
Conditional Tipe III
Digunakan untuk mengekspresikan sebuah kondisi di masa yang lampau yang tidak mungkin akan terjadi lagi. Sering digunakan untuk mengkritik atau penyesalan. Tenses yang digunakan dalam Klausa IF adalah Past Perfect Tense.
Rumus
(Klausa IF) (Induk Kalimat)
If I had worked harder, I would have passed my exam.
If I had worked harder, I could have passed my exam.
If I had worked harder, I should have passed my exam.
Atau
(Induk Kalimat) (Klausa IF)
I would have passed my exam if I had worked harder.
I could have passed my exam if I had worked harder.
I should have passed my exam if I had worked harder.
Catatan: Jangan gunakan would have atau wouldn't have, dll dalam Klausa IF.
Contoh:
• If I hadn't helped you, you would have failed. = You would have failed, if I hadn't helped you.
• If it had been sunny, we could have gone out. = We could have gone out, if it had been


sumber : google.com

Conditional Sentences

Conditional Sentences
Conditional (Kalimat Pengandaian) menjelaskan bahwa sebuah kegiatan bertentangan dengan kegiatan yang lain. Conditional yang paling umum adalah Real Conditonal dan Unreal Conditonal, kadang-kadang disebut juga if-clauses.
Real Conditional (sering juga disebut juga dengan Conditional Tipe I) yang menggambarkan tentang mengandai-andai sesuai dengan fakta.
Unreal Conditional (sering juga disebut sebagai Conditional Tipe II) yang menggambarkan tentang pengandaian yang tidak nyata atau berimajinasi.
Ada juga Conditional yang ke-3 yang sering disebut dengan Conditional Tipe III, digunakan sebagai penyesalan yang terjadi di masa lampau dan zero conditional, digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang sudah pasti benar.
Catatan: Jika klausa "if" diletakkan di awal kalimat, kita harus menggunakan koma. Sebaliknya jika klausa "if" berada di belakang, maka tidak perlu ada koma
Zero Conditional
Digunakan untuk mengekspresikan kebenaran umum. Tense yang digunakan biasanya Present Simple Tense
Rumus
(Klausa IF) (Induk Kalimat)
If you heat water to 100 C, it boils.
Atau
(Induk Kalimat) (Klausa IF)
Water boils if you heat it to 100 C,
Contoh:
• If you drop an apple, it falls. = An apple falls, if you drop it.
• If you don't do your homework, I will be disappointed. = I will be disappointed, if you don't do your homework.
Catatan: Pada tipe ini, if sering digantikan dengan "when"
Conditional I
Digunakan untuk mengekspresikan pengandaian yang dibuat berdasarkan fakta di masa sekarang atau masa yang akan datang dan pengandaian ini bisa saja terjadi. Klausa if biasanya dalam bentuk Present Simple Tense.
Rumus
(Klausa IF) (Induk Kalimat)
If I see you tomorrow, I will buy you a drink.
Atau
(Induk Kalimat) (Klausa IF)
I will buy you a drink if I see you tomorrow.
Kita sering menggunakan unless yang artinya 'jika... tidak.
Rumus
(Klausa IF) (Induk Kalimat)
Unless you hand in your homework, I won't mark it.
Artinya
If you don't hand in your homework, I won't mark it.
Atau
(Induk Kalimat) (Klausa IF)
I won't mark your homework unless you hand it in.
Artinya
I won't mark your homework if you don't hand it in.
Catatan: Kita tidak pernah menggunakan will, atau won't dalam Klausa IF.
Contoh:
• If I have time today, I will phone my friend. = I will phone my friend, if I have time today.
• If I go to England, I will buy some Cheddar cheese. = I will buy some Cheddar cheese, if I go to England.
Conditional Tipe II
Digunakan untuk mengekspresikan situasi yang tidak nyata di masa sekarang atau masa yang akan datang. Tipe ini digunakan untuk mengekspresikan sebuah harapan. Tenses yang digunakan dalam klausa IF adalah Past Simple Tense.
Rumus
(Klausa IF) (Induk Kalimat)
If I won the lottery, I would buy a new house.
Atau
(Induk Kalimat) (Klausa IF)
I would buy a new house if I won the lottery.
Catatan: Jangan gunakan would atau wouldn't dalam Klausa IF.
Contoh:
� If I were you, I wouldn't do that. = I wouldn't do that, if I were you.
� If I had more time, I would do more on my websites. = I would do more on my websites, if I had more time.
Conditional Tipe III
Digunakan untuk mengekspresikan sebuah kondisi di masa yang lampau yang tidak mungkin akan terjadi lagi. Sering digunakan untuk mengkritik atau penyesalan. Tenses yang digunakan dalam Klausa IF adalah Past Perfect Tense.
Rumus
(Klausa IF) (Induk Kalimat)
If I had worked harder, I would have passed my exam.
If I had worked harder, I could have passed my exam.
If I had worked harder, I should have passed my exam.
Atau
(Induk Kalimat) (Klausa IF)
I would have passed my exam if I had worked harder.
I could have passed my exam if I had worked harder.
I should have passed my exam if I had worked harder.
Catatan: Jangan gunakan would have atau wouldn't have, dll dalam Klausa IF.
Contoh:
• If I hadn't helped you, you would have failed. = You would have failed, if I hadn't helped you.
• If it had been sunny, we could have gone out. = We could have gone out, if it had been


sumber : google.com

TOEFL

1.Pengertian TOEFL
TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah standardisasi kemampuan bahasa inggris seseorang secara tertulis (de jure) yang meliputi empat aspek penguasaan: Listening, Writing dan Reading,Tes ini dikembangkan dan diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service) sebuah lembaga nirlaba yang berkedudukan di Amerika Serikat dan pertama kali diselenggarakan pada tahun 1964. Sistem penilaian TOEFL menggunakan konversi dari setiap jawaban yang benar. Nilai TOEFL tertinggi yang bisa dicapai seseorang adalah 675.


2. Tujuan Test TOEFL
Academic adalah menggunakan test untuk tujuan pendidikan, penelitian atau yang berhubungan dengan kegiatan akademis di luar negeri, ataupun di Indonesia. Untuk paska sarjana, biasanya nilai minimal adalah 550. sedangkan untuk S1 adalah 500,selain itu juga digunakan untuk tujuan pekerjaan, kenaikan pangkat atau tugas kerja. Banyak perusahaan yang memasang standar bahasa inggris karyawannya dengan melihat nilai TOEFL – nya. Umumnya, nilai TOEFL minimal adalah 500 untuk kenaikan pangkat standar.


3.Bagaimana hubungan skor yang diperoleh dengan tingkat penguasaan bahasa Inggris seseorang?

Secara umum kita mengenal tiga level penguasaan bahasa asing, yaitu Tingkat Dasar (Elementary), Tingkat Menengah (Intermediate), dan Tingkat Mahir (Advanced). untuk skor TOEFL, para ahli bahasa biasanya mengelompokkan skor ini kedalam empat level berikut ( Carson, et al., 1990):
a.Tingkat Dasar (Elementary) : 310 s.d. 420
b.Tingkat Menengah Bawah (Low Intermediate) : 420 s.d. 480
c.Tingkat Menengah Atas (High Intermediate) : 480 s.d. 520
d.Tingkat Mahir (Advanced) : 525 s.d 677

Dengan mengetahui klasifikasi tingkat penguasaan bahasa Inggris seperti yang terlihat diatas, kita tentu bisa memaklumi bahwa sangatlah beralasan mengapa perguruan tinggi di negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resminya, mensyaratkan skor TOEFL tertentu bagi calon mahasiswa internasional mereka. Untuk bisa diterima di program S1, skor yang umumnya mereka tetapkan adalah sekitar 475 s.d. 550, sedangkan untuk masuk program S2 dan S3 persyaratan skor TOEFLnya lebih tinggi lagi yaitu sekitar 550 s.d. 600.
Beberapa perguruan tinggi di Indonesia telah menetapkan skor TOEFL tertentu bagi para mahasiswanya (Huda, 1999). Dalam kaitannya dengan upaya peningkatan kualitas lulusan perguruan tinggi, peraturan yang mengharuskan mahasiswa perguruan tinggi memiliki penguasaan TOEFL sampai pada tingkat tertentu diharapkan akan berdampak positif dan seharusnya kita dukung. Penguasaan bahasa Inggris yang baik diharapkan akan dapat meningkatkan kemampuan berfikir dan bekerja pada tingkat global, suatu kondisi kerja dimasa depan yang perlu kita persiapkan sejak sekarang.

4. Apakah nilai TOEFL seseorang menjamin kemampuan bahasa inggris seseorang?

Umumnya, orang memahami bahwa bahasa inggris adalah speaking, conversation, cas cis cus dan seterusnya. Bahasa inggris mengcover 4 skill utama yaitu: Listening (pencernaan kata melalui pendengaran), Writing (pencernaan kata melalui tulisan dan tata bahasanya), reading (pencernaan makna sebuah text bahasa) dan Speaking (mampu mengucapkannya).
Berbicara tentang penguasaan bahasa, maka tidak bisa dilepaskan dari penguasaan empat skill tadi, secara sempurna. Namun, banyak yang beranggapan, yang penting adalah kemampuan mengucapkannya, meski dengan tata bahasa yang penuh toleransi dan pilihan kata yang seadanya dan asal ketemu.

5. Kapan dan dimana seseorang bisa mengikuti tes TOEFL?

Paper and Pencil Based TOEFL dan Computer Based TOEFL hanya bisa ditempuh pada waktu tertentu yang telah terjadwal jauh hari sebelum tes diselenggarakan. Tempat atau testing center dimana kedua tes ini diselenggarakan juga telah ditentukan oleh ETS sebagai pemegang lisensi tesTOEFL. Kedua macam tes TOEFL yang diselenggarakan di testing center tertentu tsb. biasa juga disebut International TOEFL. Hal ini dimaksudkan untuk membedakan keduanya dengan TOEFL ITP dan TOEFL Equivalent/Prediction.
Sedangkan untuk mengikuti TOEFL ITP, peserta tes harus menghubungi Institusi yang telah ditunjuk oleh IIEF Jakarta sebagai tempat pelaksanaan. Untuk pelaksanaan TOEFL ITP diperlukan peserta minimal 10 orang. Balai Bahasa Unmul sejak tahun 2001 merupakan salah satu institusi yang berhak menyelenggarakan TOEFL ITP.
Jenis tes TOEFL Prediction/Equivalent merupakan jenis tes yang paling fleksibel pelaksanaannya. Di Balai Bahasa Unmul, tes ini juga merupakan tes yang paling banyak diikuti oleh mereka yang ingin mengukur penguasaan bahasa Inggris untuk berbagai keperluan. Setiap saat peserta tes dapat mengikuti tes ini dengan menghubungi Balai Bahasa Unmul minimal satu hari sebelum hari penyelenggaraan.


6. Cara meningkatkan TOEFL

a.Mengikuti kursus TOEFL Preparation dan/atau IELTS Preparation yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga kursus di kota Anda
b. Belilah buku-buku TOEFL/IELTS yang banyak tersedia di toko-toko buku. Pelajari materinya dengan baik. Simak dan kuasai setiap tips and tricks. Yakinlah, tidak lama lagi skor TOEFL/IELTS Anda akan melejit.
c.Download buku TOEFL/IELTS yang ada di intern

Bahasa Inggris Bisnis 2

Subject - Verb agreement dan Verb as Complements

Subject – Verb Agreement
Choose the correct form of the verb in the following sentence

1. Neither Bill Nor marry (IS/are) going to the play tonight.
2. Anything (IS/are) better than going to another movie tonight.
3. Skating (IS/are) becoming more popular everyday.
4. A number Of reporters (was/WERE) at the conference yesterday.
5. Every body who (has/HAVE) a fever must go home immediately.
6. Your glasses (was/WERE) on the bureau last night.
7. There (WAS/were) some people at the meeting last night.
8. The committee (has/HAVE) already reached a decision.
9. A pair of jeans (WAS/were) in the washing machine this morning.
10. Each student (has/HAVE) answered the first three questions.
11. Either john or his wife (make/MAKES) breakfast each morning.
12. After she had perused the material, the secretary decided that everything (WAS/were) in order.
13. The crowd at the basketball game (WAS/were) wild with excitement.
14. A pack of wild dogs (has/HAVE) frighatened all the ducks away.
15. The Jury (is/ARE) trying to reach a decision.
16. The army (has/HAVE) eleminated this sections of the training test.
17. The number of students who have withdrawn from class this quarter (IS/are) appalling.
18. There (HAS/have) been too many interruptions in this class.
19. Every elementary school teacher (has/HAVE) to take this examination.
20. Neither jill nor her parents (has/HAVE) seen this movie before.

VERB as Complements
Choose the correct form of the verb in parentheses in the following sentence

1. The teacher decided (accepting/TO ACCEPT) the paper.
2. They approciate (to have/HAVING) this information.
3. His father doesn’t approve of his (GOING/to go) to europa.
4. We found it very difficult (REACHING/to reach) a decision.
5. Donna is interested in (to open/OPENING) a bar.
6. George has no intention of (TO LEAVE/leaving) the city now.
7. We are eager (TO RETURN/returning) to school in the fall.
8. You would be better Off (TO BUY/buying) this car.
9. She refused (to accept/ACCEPTING) the gift
10. Marry regrets (TO BE/being) the one to have to tell him.
11. George pretented (to be/BEING) sick yesterday.
12. Carlos hopes (to finish/FINISHING) his thesis this years.
13. They a greed (TO LEAVE/leaving) early.
14. Helen was anxious (to tell/TELLING) her family aboiut her promotion.
15. We are not ready (TO STOP/stopping) this research at this time.
16. Henry shouldn’t risk (TO DRIVE/driving) so fast.
17. He demands (TO KNOW/knowing) whats is going on.
18. She is looking forward to (RETURN/returning) to her country.
19. There is no excuse for (to leave/LEAVING) the room in this condition.
20. Gerald returned to his home after (to leave/LEAVING) the game