1.Pengertian TOEFL
TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah standardisasi kemampuan bahasa inggris seseorang secara tertulis (de jure) yang meliputi empat aspek penguasaan: Listening, Writing dan Reading,Tes ini dikembangkan dan diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service) sebuah lembaga nirlaba yang berkedudukan di Amerika Serikat dan pertama kali diselenggarakan pada tahun 1964. Sistem penilaian TOEFL menggunakan konversi dari setiap jawaban yang benar. Nilai TOEFL tertinggi yang bisa dicapai seseorang adalah 675.
2. Tujuan Test TOEFL
Academic adalah menggunakan test untuk tujuan pendidikan, penelitian atau yang berhubungan dengan kegiatan akademis di luar negeri, ataupun di Indonesia. Untuk paska sarjana, biasanya nilai minimal adalah 550. sedangkan untuk S1 adalah 500,selain itu juga digunakan untuk tujuan pekerjaan, kenaikan pangkat atau tugas kerja. Banyak perusahaan yang memasang standar bahasa inggris karyawannya dengan melihat nilai TOEFL – nya. Umumnya, nilai TOEFL minimal adalah 500 untuk kenaikan pangkat standar.
3.Bagaimana hubungan skor yang diperoleh dengan tingkat penguasaan bahasa Inggris seseorang?
Secara umum kita mengenal tiga level penguasaan bahasa asing, yaitu Tingkat Dasar (Elementary), Tingkat Menengah (Intermediate), dan Tingkat Mahir (Advanced). untuk skor TOEFL, para ahli bahasa biasanya mengelompokkan skor ini kedalam empat level berikut ( Carson, et al., 1990):
a.Tingkat Dasar (Elementary) : 310 s.d. 420
b.Tingkat Menengah Bawah (Low Intermediate) : 420 s.d. 480
c.Tingkat Menengah Atas (High Intermediate) : 480 s.d. 520
d.Tingkat Mahir (Advanced) : 525 s.d 677
Dengan mengetahui klasifikasi tingkat penguasaan bahasa Inggris seperti yang terlihat diatas, kita tentu bisa memaklumi bahwa sangatlah beralasan mengapa perguruan tinggi di negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resminya, mensyaratkan skor TOEFL tertentu bagi calon mahasiswa internasional mereka. Untuk bisa diterima di program S1, skor yang umumnya mereka tetapkan adalah sekitar 475 s.d. 550, sedangkan untuk masuk program S2 dan S3 persyaratan skor TOEFLnya lebih tinggi lagi yaitu sekitar 550 s.d. 600.
Beberapa perguruan tinggi di Indonesia telah menetapkan skor TOEFL tertentu bagi para mahasiswanya (Huda, 1999). Dalam kaitannya dengan upaya peningkatan kualitas lulusan perguruan tinggi, peraturan yang mengharuskan mahasiswa perguruan tinggi memiliki penguasaan TOEFL sampai pada tingkat tertentu diharapkan akan berdampak positif dan seharusnya kita dukung. Penguasaan bahasa Inggris yang baik diharapkan akan dapat meningkatkan kemampuan berfikir dan bekerja pada tingkat global, suatu kondisi kerja dimasa depan yang perlu kita persiapkan sejak sekarang.
4. Apakah nilai TOEFL seseorang menjamin kemampuan bahasa inggris seseorang?
Umumnya, orang memahami bahwa bahasa inggris adalah speaking, conversation, cas cis cus dan seterusnya. Bahasa inggris mengcover 4 skill utama yaitu: Listening (pencernaan kata melalui pendengaran), Writing (pencernaan kata melalui tulisan dan tata bahasanya), reading (pencernaan makna sebuah text bahasa) dan Speaking (mampu mengucapkannya).
Berbicara tentang penguasaan bahasa, maka tidak bisa dilepaskan dari penguasaan empat skill tadi, secara sempurna. Namun, banyak yang beranggapan, yang penting adalah kemampuan mengucapkannya, meski dengan tata bahasa yang penuh toleransi dan pilihan kata yang seadanya dan asal ketemu.
5. Kapan dan dimana seseorang bisa mengikuti tes TOEFL?
Paper and Pencil Based TOEFL dan Computer Based TOEFL hanya bisa ditempuh pada waktu tertentu yang telah terjadwal jauh hari sebelum tes diselenggarakan. Tempat atau testing center dimana kedua tes ini diselenggarakan juga telah ditentukan oleh ETS sebagai pemegang lisensi tesTOEFL. Kedua macam tes TOEFL yang diselenggarakan di testing center tertentu tsb. biasa juga disebut International TOEFL. Hal ini dimaksudkan untuk membedakan keduanya dengan TOEFL ITP dan TOEFL Equivalent/Prediction.
Sedangkan untuk mengikuti TOEFL ITP, peserta tes harus menghubungi Institusi yang telah ditunjuk oleh IIEF Jakarta sebagai tempat pelaksanaan. Untuk pelaksanaan TOEFL ITP diperlukan peserta minimal 10 orang. Balai Bahasa Unmul sejak tahun 2001 merupakan salah satu institusi yang berhak menyelenggarakan TOEFL ITP.
Jenis tes TOEFL Prediction/Equivalent merupakan jenis tes yang paling fleksibel pelaksanaannya. Di Balai Bahasa Unmul, tes ini juga merupakan tes yang paling banyak diikuti oleh mereka yang ingin mengukur penguasaan bahasa Inggris untuk berbagai keperluan. Setiap saat peserta tes dapat mengikuti tes ini dengan menghubungi Balai Bahasa Unmul minimal satu hari sebelum hari penyelenggaraan.
6. Cara meningkatkan TOEFL
a.Mengikuti kursus TOEFL Preparation dan/atau IELTS Preparation yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga kursus di kota Anda
b. Belilah buku-buku TOEFL/IELTS yang banyak tersedia di toko-toko buku. Pelajari materinya dengan baik. Simak dan kuasai setiap tips and tricks. Yakinlah, tidak lama lagi skor TOEFL/IELTS Anda akan melejit.
c.Download buku TOEFL/IELTS yang ada di intern
Bahasa Inggris Bisnis 2
Subject - Verb agreement dan Verb as Complements
Subject – Verb Agreement
Choose the correct form of the verb in the following sentence
1. Neither Bill Nor marry (IS/are) going to the play tonight.
2. Anything (IS/are) better than going to another movie tonight.
3. Skating (IS/are) becoming more popular everyday.
4. A number Of reporters (was/WERE) at the conference yesterday.
5. Every body who (has/HAVE) a fever must go home immediately.
6. Your glasses (was/WERE) on the bureau last night.
7. There (WAS/were) some people at the meeting last night.
8. The committee (has/HAVE) already reached a decision.
9. A pair of jeans (WAS/were) in the washing machine this morning.
10. Each student (has/HAVE) answered the first three questions.
11. Either john or his wife (make/MAKES) breakfast each morning.
12. After she had perused the material, the secretary decided that everything (WAS/were) in order.
13. The crowd at the basketball game (WAS/were) wild with excitement.
14. A pack of wild dogs (has/HAVE) frighatened all the ducks away.
15. The Jury (is/ARE) trying to reach a decision.
16. The army (has/HAVE) eleminated this sections of the training test.
17. The number of students who have withdrawn from class this quarter (IS/are) appalling.
18. There (HAS/have) been too many interruptions in this class.
19. Every elementary school teacher (has/HAVE) to take this examination.
20. Neither jill nor her parents (has/HAVE) seen this movie before.
VERB as Complements
Choose the correct form of the verb in parentheses in the following sentence
1. The teacher decided (accepting/TO ACCEPT) the paper.
2. They approciate (to have/HAVING) this information.
3. His father doesn’t approve of his (GOING/to go) to europa.
4. We found it very difficult (REACHING/to reach) a decision.
5. Donna is interested in (to open/OPENING) a bar.
6. George has no intention of (TO LEAVE/leaving) the city now.
7. We are eager (TO RETURN/returning) to school in the fall.
8. You would be better Off (TO BUY/buying) this car.
9. She refused (to accept/ACCEPTING) the gift
10. Marry regrets (TO BE/being) the one to have to tell him.
11. George pretented (to be/BEING) sick yesterday.
12. Carlos hopes (to finish/FINISHING) his thesis this years.
13. They a greed (TO LEAVE/leaving) early.
14. Helen was anxious (to tell/TELLING) her family aboiut her promotion.
15. We are not ready (TO STOP/stopping) this research at this time.
16. Henry shouldn’t risk (TO DRIVE/driving) so fast.
17. He demands (TO KNOW/knowing) whats is going on.
18. She is looking forward to (RETURN/returning) to her country.
19. There is no excuse for (to leave/LEAVING) the room in this condition.
20. Gerald returned to his home after (to leave/LEAVING) the game
Subject – Verb Agreement
Choose the correct form of the verb in the following sentence
1. Neither Bill Nor marry (IS/are) going to the play tonight.
2. Anything (IS/are) better than going to another movie tonight.
3. Skating (IS/are) becoming more popular everyday.
4. A number Of reporters (was/WERE) at the conference yesterday.
5. Every body who (has/HAVE) a fever must go home immediately.
6. Your glasses (was/WERE) on the bureau last night.
7. There (WAS/were) some people at the meeting last night.
8. The committee (has/HAVE) already reached a decision.
9. A pair of jeans (WAS/were) in the washing machine this morning.
10. Each student (has/HAVE) answered the first three questions.
11. Either john or his wife (make/MAKES) breakfast each morning.
12. After she had perused the material, the secretary decided that everything (WAS/were) in order.
13. The crowd at the basketball game (WAS/were) wild with excitement.
14. A pack of wild dogs (has/HAVE) frighatened all the ducks away.
15. The Jury (is/ARE) trying to reach a decision.
16. The army (has/HAVE) eleminated this sections of the training test.
17. The number of students who have withdrawn from class this quarter (IS/are) appalling.
18. There (HAS/have) been too many interruptions in this class.
19. Every elementary school teacher (has/HAVE) to take this examination.
20. Neither jill nor her parents (has/HAVE) seen this movie before.
VERB as Complements
Choose the correct form of the verb in parentheses in the following sentence
1. The teacher decided (accepting/TO ACCEPT) the paper.
2. They approciate (to have/HAVING) this information.
3. His father doesn’t approve of his (GOING/to go) to europa.
4. We found it very difficult (REACHING/to reach) a decision.
5. Donna is interested in (to open/OPENING) a bar.
6. George has no intention of (TO LEAVE/leaving) the city now.
7. We are eager (TO RETURN/returning) to school in the fall.
8. You would be better Off (TO BUY/buying) this car.
9. She refused (to accept/ACCEPTING) the gift
10. Marry regrets (TO BE/being) the one to have to tell him.
11. George pretented (to be/BEING) sick yesterday.
12. Carlos hopes (to finish/FINISHING) his thesis this years.
13. They a greed (TO LEAVE/leaving) early.
14. Helen was anxious (to tell/TELLING) her family aboiut her promotion.
15. We are not ready (TO STOP/stopping) this research at this time.
16. Henry shouldn’t risk (TO DRIVE/driving) so fast.
17. He demands (TO KNOW/knowing) whats is going on.
18. She is looking forward to (RETURN/returning) to her country.
19. There is no excuse for (to leave/LEAVING) the room in this condition.
20. Gerald returned to his home after (to leave/LEAVING) the game
Past Tense VS Present Tense
Inti dari Past Tense adalah untuk menyatakan peristiwa yang telah “Lampau”. Semua itu sudah “Past. Berikut adalah rumus yang digunakan dalam past tense
Rumus Past Tense:
Positif: S + V2
Negatif: S + did not + V1
Tanya: Did + S + V1
Contoh Kalimat Past Tense:
The earth rotated around the sun
Kata kerjanya bentuk kedua “rotated”, ini tergolong kata kerja beraturan, tinggal tambahkan ED di belakang rotate.
Contoh lagi:
Kita akan pakai kata kerja bentuk 1-2-3 berikut:
see – saw – seen (melihat)
buy – bought- bought (membeli)
go – went – gone (pergi)
-I saw her standing there (Saya lihat dia berdiri disana).
-My Father bought this car last year
-They went to Tokyo last month
-She went home two minutes ago
Contoh lainnya adalah :
• I played tennis with some guys from work yesterday.
• We stayed in Shanghai for five days.
Kata kerja simple past tense (kata kerja bentuk ke-2) yang reguler dibentuk dengan menambahkan “-ed” pada akhiran kata kerja.
Semua contoh kalimat tersebut itu sudah terjadi
Kegunaan
Simple past tense digunakan untuk menyatakan sebuah tindakan yang telah selesai dilakukan. Contoh:
• We watched a movie at the weekend (kami menonton film di akhir pekan)
• She arrived on Thursday (dia tiba hari Kamis)
Waktu spesifik harus dinyatakan atau diisyaratkan. Contoh:
• I walked to work this morning - Dalam kalimat ini waktunya disebutkan
• I walked to work - Dalam kalimat ini waktu tidak disebutkan, tetapi konteks
kalimatnya dapat membuat kita memahami waktu yang dimaksud (yakni waktu lampau).
Kalimat Negatif Past Tense
Sesuai rumusnya: S + did + not + V1
V1 -V2 – V3: Do – Did – Done
Jadi kita pakai “Did”. Karena negatif maka tambah “Not”. Jadi Did Not
Kalimat positif tadi, kita jadikan negatif:
-I saw her standing there
Menjadi: I did not see her standing there
Lihatlah saw jadi see lagi. See-saw-seen kan bentuk kata kerjanya?
Positif: My Father bought this car last year
Negatif: My Father did not BUY this car last year
Kalimat negatif simple past tense dibuat dengan did dan not. Did adalah bentuk lampau dari kata kerja to do. Did dan not sering disingkat menjadi didn’t. Contoh lainnya:
- I arrived in London on Monday -> I didn’t arrive on Sunday.
- They stayed at the Vivaldi Hotel -> They didn’t stay at the Carlton Hotel.
Karena “did” merupakan bentuk lampau, maka kata kerja utama tidak mengalami perubahan. Contoh:
• We didn’t live in Italy. Did adalah bentuk lampau sehingga live tidak dirubah menjadi bentuk lampau.
• We didn’t lived in Italy. Kalimat ini tidak benar.
Kalimat Tanya Past Tense
Pertanyaan dibuat dengan menempatkan did sebelum subjek. Contoh:
• You lived in Japan -> Did you live in Japan?
• They stayed at the Vivaldi Hotel -> Did they stay at the Vivaldi Hotel?
Kata kerja utama juga tidak berubah (tidak diganti menjadi bentuk lampau), contoh:
- You lived in Japan -> Did you lived in Japan? (tidak benar)
- You lived in Japan -> Did you live in Japan? (benar)
Contoh lainnya :
Positif: My Father bought this car last year
Tanya: Did My Father BUY this car last year
Boleh saja Anda tambahkan dengan Where, When, Why dan sebagainya seperti ini:
-When did my father buy this car?
-Why did they go to tokyo?
Kata kerja tidak beraturan
Ada banyak kata kerja simple past tense yang tidak beraturan (irregular verbs) dalam bahasa Inggris, yakni tidak ditambahkan -ed. Berikut beberapa kata kerja tidak beraturan yang paling umum.
be - was/were
become - became
begin - began
break - broke
bring - brought
build - built
buy - bought
catch - caught
choose - chose
come - came
do - did
draw -drea
eat - ate
feel - felt
fight - fought
find - found
fly - flew
forget - forgot
get - got
give - gave
go - went
have - had
hear - heard
hit - hit
know - knew
learn - learnt/learned
leave - left
lose - lost make - made
meet - met
pay - paid
read - read
ride - rode
run - run
say - said
sell - sold
send - sent
shut - shut
sing - sang
sit - sat
sleep - slept
smell - smelt/smelled
speak - spoke
stand - stood
swim - swam
take - took
teach - taught
tell - told
think - thought
understand - understood
wear - wore
win - won
write - wrote
PRESENT PERFECT TENSE
Present perfect tense digunakan untuk menyatakan tindakan atau situasi yang pernah atau sudah terjadi. Kapan terjadinya tindakan atau situasi itu tidak terlalu penting.
Pola kalimat present perfect tense.
Pola I
(+) S + have/has + V3
(-) S + have/has + not + V3
(?) Have/has + S + V3
Pola II
(+) S + have/has + been + Adj/Adv/N
(-) S + have/has + not + been + Adj/Adv/N
(?) Have/has + S + been + Adj/Adv/N
Contoh kalimat pola I:
I have finished my work.
She has not eaten lunch.
Have you seen that movie?
Contoh kalimat pola II:
She has been sick for two days.
They have not been busy for one day.
Have you been here for two hours?
Catatan
Has dipakai jika subjek adalah orang ketiga tunggal (he, she, it).
Dalam percakapan (present perfect tense) biasanya subject dan auxiliary verb mengalami penyingkatan (contraction). Dan kadang-kadang dalam bentuk tulisan, penyingkatan ini juga dipakai.
I’ve finished my work.
She’s been sick for two days.
Singkatan ‘s setelah subjek orang ketiga dapat berarti auxiliary verbs (kata kerja bantu) have atau be. “It’s eaten” dapat berarti:
It has eaten. [present perfect tense, active voice]
It is eaten. [present tense, passive voice]
Perhatikan konteksnya, maka akan jelas auxiliary verbs yang mana yang dipakai.
Present perfect tense lebih sering dipakai di Inggris daripada di Amerika yang lebih sering menggunakan bentuk past tense.
Have you had lunch? (Inggris)
Did you have lunch? (Amerika)
1. Kita menggunakan present perfect continuous tense untuk membicarakan tentang situasi-situasi yang telah dimulai di masa lampau dan masih sedang berlangsung, atau baru saja selesai dan mempengaruhi masa sekarang (present). Contoh:
• It has been rining the whole day. (maksud: masih sementara hujan)
• Anne is out of breath. She has been running. (maksud: ia tidak sedang berlari sekarang, tetapi dia kehabisan nafas)
2. Kita bisa menggunakan present perfect continuous tense untuk berbicara tentang tindakan-tindakan yang berulang sampai sekarang. Contoh:
• I have been playing football since I was twelve. (maksud: selalu bermain sepakbola dari dulu hingg sekarang).
3. Kita sering menggunakan present perfect continuous tense dengan kata “lately” atau “recently” dalam kalimat untuk memperkuat makna. Keduanya berarti “pada beberapa hari atau pekan belakangan”. Contoh:
• We have been working a lot recently (maksud: akhir-akhir ini kami selalu bekerja)
• Our sons has been watching too much television lately (maksud: putra kami banyak menonton televisi belakangan ini).
ENGLISH IRREGULAR VERB CHART
base form past simple
past participle
arise - a rose - arisen
awake - awoke - awoken
be - was/were been
bear - bore - born(e)
beat - beat - beaten
become- became - become
begin - began - begun
bend - bent - bent
bet - bet - bet
bind - bound - bound
bite - bit - bitten
bleed - bled - bled
blow - blew - blown
break - broke - broken
breed - bred - bred
bring - brought- brought
broadcast - broadcast - broadcast
build - built - built
burn - burnt/burned - burnt/burned
burst - burst - burst
buy - bought- bought
can - could -…… (been able)
catch - caught- caught
choose - chose - chosen
cling - clung - clung
come - came - come
cost - cost - cost
creep - crept - crept
cut - cut - cut
deal - dealt - dealt
dig - dug - dug
do - did - done
draw - drew - drawn
dream - dreamt/dreamed - dreamt/dreamed
drink - drank - drunk
drive - drove - driven
eat - ate - eaten
fall - fell - fallen
feed - fed - fed
feel - felt - felt
fight - fought- fought
find - found - found
fly - flew - flown
forbid - forbade - forbidden
forget - forgot - forgotten
forgive- forgave - forgiven
freeze - froze - frozen
get - got - got
give - gave - given
go - went - gone
grind - ground - ground
grow - grew - grown
hang - hung - hung
have - had - had
hear - heard - heard
hide - hid - hidden
hit - hit - hit
hold - held - held
hurt - hurt - hurt
keep - kept - kept
kneel - knelt - knelt
know - knew - known
lay - blaid - laid
lead - led - led
lean - leant/leaned - leant/leaned
learn - learnt/learned -learnt/learned
leave - left - left
lent - lent - lent
lie - lay - lain
lie - lied - lied
light - lit/lighted - lit/lighted
lose - lost - lost
make - made - made
may - might ……
mean - meant - meant
meet - met - met
mow - mowed - mown/mowed
must - had to ……
overtake - overtook - overtaken
pay - paid - paid
put - put - put
read - read - read
ride - rode - ridden
ring - rang - rung
rise - rose - risen
run - ran - run
saw - sawed - sawn/sawed
say - said - said
see - saw - seen
sell - sold - sold
send - sent - sent
set - set - set
sew - sewed - sewn/sewed
shake - shook - shaken
shall - should - ……
shed - shed - shed
shine - shone - shone
shoot - shot - shot
show - showed - shown
shrink - shrank - shrunk
shut - shut - shut
sing - sang - sung
sink - sank - sunk
sit - sat - sat
sleep - slept - slept
slide - slid - slid
smell - smelt - smelt
sow - sowed - sown/sowed
speak - spoke - spoken
spell - spelt/spelled - spelt/spelled
spend - spent - spent
spill - spilt/spilled - spilt/spilled
spit - spat - spat
spread - spread - spread
stand - stood - stood
steal - stole - stolen
stick - stuck - stuck
sting - stung - stung
stink - stank - stunk
strike - struck - struck
swear - swore - sworn
sweep - swept - swept
swell - swelled - swollen/swelled
swim - swam - swum
swing - swung - swung
take - took - taken
teach - taught - taught
tear - tore - torn
tell - told - told
think - thought - thought
throw - threw - thrown
understand - understood - understood
wake - woke - woken
wear - wore - worn
weep - wept - wept
will - would ……
win - won - won
wind - wound - wound
write - wrote - written
Rumus Past Tense:
Positif: S + V2
Negatif: S + did not + V1
Tanya: Did + S + V1
Contoh Kalimat Past Tense:
The earth rotated around the sun
Kata kerjanya bentuk kedua “rotated”, ini tergolong kata kerja beraturan, tinggal tambahkan ED di belakang rotate.
Contoh lagi:
Kita akan pakai kata kerja bentuk 1-2-3 berikut:
see – saw – seen (melihat)
buy – bought- bought (membeli)
go – went – gone (pergi)
-I saw her standing there (Saya lihat dia berdiri disana).
-My Father bought this car last year
-They went to Tokyo last month
-She went home two minutes ago
Contoh lainnya adalah :
• I played tennis with some guys from work yesterday.
• We stayed in Shanghai for five days.
Kata kerja simple past tense (kata kerja bentuk ke-2) yang reguler dibentuk dengan menambahkan “-ed” pada akhiran kata kerja.
Semua contoh kalimat tersebut itu sudah terjadi
Kegunaan
Simple past tense digunakan untuk menyatakan sebuah tindakan yang telah selesai dilakukan. Contoh:
• We watched a movie at the weekend (kami menonton film di akhir pekan)
• She arrived on Thursday (dia tiba hari Kamis)
Waktu spesifik harus dinyatakan atau diisyaratkan. Contoh:
• I walked to work this morning - Dalam kalimat ini waktunya disebutkan
• I walked to work - Dalam kalimat ini waktu tidak disebutkan, tetapi konteks
kalimatnya dapat membuat kita memahami waktu yang dimaksud (yakni waktu lampau).
Kalimat Negatif Past Tense
Sesuai rumusnya: S + did + not + V1
V1 -V2 – V3: Do – Did – Done
Jadi kita pakai “Did”. Karena negatif maka tambah “Not”. Jadi Did Not
Kalimat positif tadi, kita jadikan negatif:
-I saw her standing there
Menjadi: I did not see her standing there
Lihatlah saw jadi see lagi. See-saw-seen kan bentuk kata kerjanya?
Positif: My Father bought this car last year
Negatif: My Father did not BUY this car last year
Kalimat negatif simple past tense dibuat dengan did dan not. Did adalah bentuk lampau dari kata kerja to do. Did dan not sering disingkat menjadi didn’t. Contoh lainnya:
- I arrived in London on Monday -> I didn’t arrive on Sunday.
- They stayed at the Vivaldi Hotel -> They didn’t stay at the Carlton Hotel.
Karena “did” merupakan bentuk lampau, maka kata kerja utama tidak mengalami perubahan. Contoh:
• We didn’t live in Italy. Did adalah bentuk lampau sehingga live tidak dirubah menjadi bentuk lampau.
• We didn’t lived in Italy. Kalimat ini tidak benar.
Kalimat Tanya Past Tense
Pertanyaan dibuat dengan menempatkan did sebelum subjek. Contoh:
• You lived in Japan -> Did you live in Japan?
• They stayed at the Vivaldi Hotel -> Did they stay at the Vivaldi Hotel?
Kata kerja utama juga tidak berubah (tidak diganti menjadi bentuk lampau), contoh:
- You lived in Japan -> Did you lived in Japan? (tidak benar)
- You lived in Japan -> Did you live in Japan? (benar)
Contoh lainnya :
Positif: My Father bought this car last year
Tanya: Did My Father BUY this car last year
Boleh saja Anda tambahkan dengan Where, When, Why dan sebagainya seperti ini:
-When did my father buy this car?
-Why did they go to tokyo?
Kata kerja tidak beraturan
Ada banyak kata kerja simple past tense yang tidak beraturan (irregular verbs) dalam bahasa Inggris, yakni tidak ditambahkan -ed. Berikut beberapa kata kerja tidak beraturan yang paling umum.
be - was/were
become - became
begin - began
break - broke
bring - brought
build - built
buy - bought
catch - caught
choose - chose
come - came
do - did
draw -drea
eat - ate
feel - felt
fight - fought
find - found
fly - flew
forget - forgot
get - got
give - gave
go - went
have - had
hear - heard
hit - hit
know - knew
learn - learnt/learned
leave - left
lose - lost make - made
meet - met
pay - paid
read - read
ride - rode
run - run
say - said
sell - sold
send - sent
shut - shut
sing - sang
sit - sat
sleep - slept
smell - smelt/smelled
speak - spoke
stand - stood
swim - swam
take - took
teach - taught
tell - told
think - thought
understand - understood
wear - wore
win - won
write - wrote
PRESENT PERFECT TENSE
Present perfect tense digunakan untuk menyatakan tindakan atau situasi yang pernah atau sudah terjadi. Kapan terjadinya tindakan atau situasi itu tidak terlalu penting.
Pola kalimat present perfect tense.
Pola I
(+) S + have/has + V3
(-) S + have/has + not + V3
(?) Have/has + S + V3
Pola II
(+) S + have/has + been + Adj/Adv/N
(-) S + have/has + not + been + Adj/Adv/N
(?) Have/has + S + been + Adj/Adv/N
Contoh kalimat pola I:
I have finished my work.
She has not eaten lunch.
Have you seen that movie?
Contoh kalimat pola II:
She has been sick for two days.
They have not been busy for one day.
Have you been here for two hours?
Catatan
Has dipakai jika subjek adalah orang ketiga tunggal (he, she, it).
Dalam percakapan (present perfect tense) biasanya subject dan auxiliary verb mengalami penyingkatan (contraction). Dan kadang-kadang dalam bentuk tulisan, penyingkatan ini juga dipakai.
I’ve finished my work.
She’s been sick for two days.
Singkatan ‘s setelah subjek orang ketiga dapat berarti auxiliary verbs (kata kerja bantu) have atau be. “It’s eaten” dapat berarti:
It has eaten. [present perfect tense, active voice]
It is eaten. [present tense, passive voice]
Perhatikan konteksnya, maka akan jelas auxiliary verbs yang mana yang dipakai.
Present perfect tense lebih sering dipakai di Inggris daripada di Amerika yang lebih sering menggunakan bentuk past tense.
Have you had lunch? (Inggris)
Did you have lunch? (Amerika)
1. Kita menggunakan present perfect continuous tense untuk membicarakan tentang situasi-situasi yang telah dimulai di masa lampau dan masih sedang berlangsung, atau baru saja selesai dan mempengaruhi masa sekarang (present). Contoh:
• It has been rining the whole day. (maksud: masih sementara hujan)
• Anne is out of breath. She has been running. (maksud: ia tidak sedang berlari sekarang, tetapi dia kehabisan nafas)
2. Kita bisa menggunakan present perfect continuous tense untuk berbicara tentang tindakan-tindakan yang berulang sampai sekarang. Contoh:
• I have been playing football since I was twelve. (maksud: selalu bermain sepakbola dari dulu hingg sekarang).
3. Kita sering menggunakan present perfect continuous tense dengan kata “lately” atau “recently” dalam kalimat untuk memperkuat makna. Keduanya berarti “pada beberapa hari atau pekan belakangan”. Contoh:
• We have been working a lot recently (maksud: akhir-akhir ini kami selalu bekerja)
• Our sons has been watching too much television lately (maksud: putra kami banyak menonton televisi belakangan ini).
ENGLISH IRREGULAR VERB CHART
base form past simple
past participle
arise - a rose - arisen
awake - awoke - awoken
be - was/were been
bear - bore - born(e)
beat - beat - beaten
become- became - become
begin - began - begun
bend - bent - bent
bet - bet - bet
bind - bound - bound
bite - bit - bitten
bleed - bled - bled
blow - blew - blown
break - broke - broken
breed - bred - bred
bring - brought- brought
broadcast - broadcast - broadcast
build - built - built
burn - burnt/burned - burnt/burned
burst - burst - burst
buy - bought- bought
can - could -…… (been able)
catch - caught- caught
choose - chose - chosen
cling - clung - clung
come - came - come
cost - cost - cost
creep - crept - crept
cut - cut - cut
deal - dealt - dealt
dig - dug - dug
do - did - done
draw - drew - drawn
dream - dreamt/dreamed - dreamt/dreamed
drink - drank - drunk
drive - drove - driven
eat - ate - eaten
fall - fell - fallen
feed - fed - fed
feel - felt - felt
fight - fought- fought
find - found - found
fly - flew - flown
forbid - forbade - forbidden
forget - forgot - forgotten
forgive- forgave - forgiven
freeze - froze - frozen
get - got - got
give - gave - given
go - went - gone
grind - ground - ground
grow - grew - grown
hang - hung - hung
have - had - had
hear - heard - heard
hide - hid - hidden
hit - hit - hit
hold - held - held
hurt - hurt - hurt
keep - kept - kept
kneel - knelt - knelt
know - knew - known
lay - blaid - laid
lead - led - led
lean - leant/leaned - leant/leaned
learn - learnt/learned -learnt/learned
leave - left - left
lent - lent - lent
lie - lay - lain
lie - lied - lied
light - lit/lighted - lit/lighted
lose - lost - lost
make - made - made
may - might ……
mean - meant - meant
meet - met - met
mow - mowed - mown/mowed
must - had to ……
overtake - overtook - overtaken
pay - paid - paid
put - put - put
read - read - read
ride - rode - ridden
ring - rang - rung
rise - rose - risen
run - ran - run
saw - sawed - sawn/sawed
say - said - said
see - saw - seen
sell - sold - sold
send - sent - sent
set - set - set
sew - sewed - sewn/sewed
shake - shook - shaken
shall - should - ……
shed - shed - shed
shine - shone - shone
shoot - shot - shot
show - showed - shown
shrink - shrank - shrunk
shut - shut - shut
sing - sang - sung
sink - sank - sunk
sit - sat - sat
sleep - slept - slept
slide - slid - slid
smell - smelt - smelt
sow - sowed - sown/sowed
speak - spoke - spoken
spell - spelt/spelled - spelt/spelled
spend - spent - spent
spill - spilt/spilled - spilt/spilled
spit - spat - spat
spread - spread - spread
stand - stood - stood
steal - stole - stolen
stick - stuck - stuck
sting - stung - stung
stink - stank - stunk
strike - struck - struck
swear - swore - sworn
sweep - swept - swept
swell - swelled - swollen/swelled
swim - swam - swum
swing - swung - swung
take - took - taken
teach - taught - taught
tear - tore - torn
tell - told - told
think - thought - thought
throw - threw - thrown
understand - understood - understood
wake - woke - woken
wear - wore - worn
weep - wept - wept
will - would ……
win - won - won
wind - wound - wound
write - wrote - written
english
1. I spend my money
a) I spent my money
b) I will spent my money
c) I have spent my money
2. They use that one
a) They use that one
b) They will use that one
c) They have use that one
3. We study English together
a) We studied English together
b) We will study English together
c) We have studied English together
4. They discuss their work
a) They discussed their work
b) They will discuss their work
c) They have discussed their work
5. They have enough time
a) They had enough time
b) They will have enough time
c) They have had enough time
6. I do all of the lessons
a) I did all of the lessons
b) I will do all of the lessons
c) I have done all of the lessons
7. He sits in that row
a) He sat in that row
b) He will sit in that row
c) He has sat in that row
8. I drive my car
a) I drove my car
b) I will drive my car
c) I have driven my car
9. She hides her money
a) She hide her money
b) She will hide her money
c) She has hide her money
10. We go to school
a) We when to school
b) We will go to school
c) We have gone to school
11. He takes much time
a) He took much time
b) He will take much time
c) He has taken much time
12. Does he eat there ?
a) Did he eat there ?
b) Will he eat there ?
c) Has he eaten there ?
13. Do you enjoy that work ?
a) Did you enjoy that work ?
b) Wiil you enjoy that work ?
c) Have you enjoyed that work ?
14. Does he write many letters ?
a) Did he write many letters ?
b) Will he write many letters ?
c) Has he written many letters ?
15. Do you send many letters ?
a) Did you send many letters ?
b) Will you send many letters ?
c) Have you sent many letters ?
16. Do they explain everything ?
a) Did they explain everything ?
b) Will they explain everything ?
c) Have they explained everything ?
17. Does she attend that class ?
a) Did she attend that class ?
b) Will she attend that class ?
c) Has she attended that class ?
18. Do you have enough time ?
a) Did you have enough time ?
b) Will you have enough time ?
c) Have you had enough time ?
19. Do they copy the sentences ?
a) Did they copy the sentences ?
b) Will they copy the sentences ?
c) Have they copied the sentences ?
20. Does she have much trouble ?
a) Did she have much trouble ?
b) Will she have much trouble ?
c) Has she had much trouble ?
21. Does she do good work ?
a) Did she do good work ?
b) Will she do good work ?
c) Has she done good work ?
22. Do the students practice ?
a) Did the students practice ?
b) Will the students practice ?
c) Have the students practice ?
23. I don’t stay there
a) I didn’t stay there
b) I won’t stay there
c) I haven’t stay there
24. He doesn’t work hard
a) He didn’t work hard
b) He won’t work hard
c) He hasn’t work hard
25. I don’t have any energy
a) I didn’t have any energy
b) I won’t have any energy
c) I haven’t have any energy
26. He doesn’t pay his bills
a) He didn’t pay his bills
b) He won’t pay his bills
c) He hasn’t pay his bills
27. We don’t see that fellow
a) We didn’t see that fellow
b) We won’t see that fellow
c) We haven’t see that fellow
28. She doesn’t use this one
a) She didn’t use this one
b) She won’t use this one
c) She haven’t use this one
29. They don’t remember it
a) They didn’t remember it
b) They won’t remember it
c) They haven’t remember it
30. I don’t do much work here
a) I didn’t do much work here
b) I won’t do much work here
c) I haven’t do much work here
31. He doesn’t listen carefully
a) He didn’t listen carefully
b) He won’t listen carefully
c) He hasn’t listen carefully
a) I spent my money
b) I will spent my money
c) I have spent my money
2. They use that one
a) They use that one
b) They will use that one
c) They have use that one
3. We study English together
a) We studied English together
b) We will study English together
c) We have studied English together
4. They discuss their work
a) They discussed their work
b) They will discuss their work
c) They have discussed their work
5. They have enough time
a) They had enough time
b) They will have enough time
c) They have had enough time
6. I do all of the lessons
a) I did all of the lessons
b) I will do all of the lessons
c) I have done all of the lessons
7. He sits in that row
a) He sat in that row
b) He will sit in that row
c) He has sat in that row
8. I drive my car
a) I drove my car
b) I will drive my car
c) I have driven my car
9. She hides her money
a) She hide her money
b) She will hide her money
c) She has hide her money
10. We go to school
a) We when to school
b) We will go to school
c) We have gone to school
11. He takes much time
a) He took much time
b) He will take much time
c) He has taken much time
12. Does he eat there ?
a) Did he eat there ?
b) Will he eat there ?
c) Has he eaten there ?
13. Do you enjoy that work ?
a) Did you enjoy that work ?
b) Wiil you enjoy that work ?
c) Have you enjoyed that work ?
14. Does he write many letters ?
a) Did he write many letters ?
b) Will he write many letters ?
c) Has he written many letters ?
15. Do you send many letters ?
a) Did you send many letters ?
b) Will you send many letters ?
c) Have you sent many letters ?
16. Do they explain everything ?
a) Did they explain everything ?
b) Will they explain everything ?
c) Have they explained everything ?
17. Does she attend that class ?
a) Did she attend that class ?
b) Will she attend that class ?
c) Has she attended that class ?
18. Do you have enough time ?
a) Did you have enough time ?
b) Will you have enough time ?
c) Have you had enough time ?
19. Do they copy the sentences ?
a) Did they copy the sentences ?
b) Will they copy the sentences ?
c) Have they copied the sentences ?
20. Does she have much trouble ?
a) Did she have much trouble ?
b) Will she have much trouble ?
c) Has she had much trouble ?
21. Does she do good work ?
a) Did she do good work ?
b) Will she do good work ?
c) Has she done good work ?
22. Do the students practice ?
a) Did the students practice ?
b) Will the students practice ?
c) Have the students practice ?
23. I don’t stay there
a) I didn’t stay there
b) I won’t stay there
c) I haven’t stay there
24. He doesn’t work hard
a) He didn’t work hard
b) He won’t work hard
c) He hasn’t work hard
25. I don’t have any energy
a) I didn’t have any energy
b) I won’t have any energy
c) I haven’t have any energy
26. He doesn’t pay his bills
a) He didn’t pay his bills
b) He won’t pay his bills
c) He hasn’t pay his bills
27. We don’t see that fellow
a) We didn’t see that fellow
b) We won’t see that fellow
c) We haven’t see that fellow
28. She doesn’t use this one
a) She didn’t use this one
b) She won’t use this one
c) She haven’t use this one
29. They don’t remember it
a) They didn’t remember it
b) They won’t remember it
c) They haven’t remember it
30. I don’t do much work here
a) I didn’t do much work here
b) I won’t do much work here
c) I haven’t do much work here
31. He doesn’t listen carefully
a) He didn’t listen carefully
b) He won’t listen carefully
c) He hasn’t listen carefully
Vocabulary in office
Glue = Lem
Grecaful = Anggun
Ground Floor = Lantai dasar
Group = Grup
Growth = Perkembangan
Handsome = Tampan
Hat = Topi
Head office = Kantor pusat
Hestitation = Keragu-raguan
Imagine = Membayangkan
Indicator = Petunjuk
Typewriter = Mesin ketik
Individualist = Individualis
Invest = Menanamkan modal
Jacket = Jaket
Job = Pekerjaan
Journalist = Jurnalis
Key = Kunci
Kind = Ramah
Knock = Mengetuk
Machinist = Ahli mesin
Magazine = Majalah
Manager = Manejer
Name card = Kartu nama
Necktie = Dasi
Newspapper = Koran
Notary = Notaris
Ornament = Hiasan
Papper = Kertas
Papper clip = Penjepit kertas
Pen = Pulpen
Ruller = Penggaris
Window = Jendela
Read = Membaca
Safe guard = Pengawal
Secretary = Sekertaris
Security = Keamanan
Table = Meja
Type writer = Mesin ketik
Article = Barang-barang
Applicant = Pelamar
Arrengement = Aturan
Ash tray = Asbak
Authority = Kuasa
Bag = Tas
Bank note = Uang kertas
Banner = Spanduk
Barn = Gudang
Bill = Rekening
Bill of exchange = Wesel
Biography = Riwayat hidup
Bottle = Botol
Box = Kotak
Bring = Membawa
Busily = Sibuk
Calendar = Kalender
Call = Memanggil
Camera = Kamera
Cane = Tongkat
Carpet = Karpet
Certificate = Sertifikat
Certify = Menerangkan
Check = Memeriksa
Cigarette = Rokok
Clerk = Juru tulis
Clip = Jepitan
Coin = Uang logam
Command = Memerintahkan
Compare = Membandingkan
Connection = Hubungan
Consider = Mempertimbangkan
Corridor = Koridor
Count = Menghitung
Cover = Sampul
Creditor = Kreditor
Crevice Celah
Cup = Cangkir
Cupboard = Lemari
Diary = Buku harian
Dictionary = Kamus
Door = Pintu
Discuss = Berdiskusi
Dismiss = Memecat
Document = Dokumen
Driver = Sopir
Easy = Mudah
Emblem = Logo
Enclosure = Lampiran
envelope = Amplop
Error = Rusak
Ethics = Etika
Explain = Menjelaskan
Eyeglasses = Kacamata
Facility = Fasilitas
Fire place = Corong perapian
Flagg = Bendera
Flower = Bunga
Flowerpot = Pot bunga
Forgive = Memaafkan
Frame = Bingkai
Full = Penuh
Funny = Lucu
Gardener = Tukang kebun
Generator = Alat pembangkit listrik
Globe = Bola dunia
Grecaful = Anggun
Ground Floor = Lantai dasar
Group = Grup
Growth = Perkembangan
Handsome = Tampan
Hat = Topi
Head office = Kantor pusat
Hestitation = Keragu-raguan
Imagine = Membayangkan
Indicator = Petunjuk
Typewriter = Mesin ketik
Individualist = Individualis
Invest = Menanamkan modal
Jacket = Jaket
Job = Pekerjaan
Journalist = Jurnalis
Key = Kunci
Kind = Ramah
Knock = Mengetuk
Machinist = Ahli mesin
Magazine = Majalah
Manager = Manejer
Name card = Kartu nama
Necktie = Dasi
Newspapper = Koran
Notary = Notaris
Ornament = Hiasan
Papper = Kertas
Papper clip = Penjepit kertas
Pen = Pulpen
Ruller = Penggaris
Window = Jendela
Read = Membaca
Safe guard = Pengawal
Secretary = Sekertaris
Security = Keamanan
Table = Meja
Type writer = Mesin ketik
Article = Barang-barang
Applicant = Pelamar
Arrengement = Aturan
Ash tray = Asbak
Authority = Kuasa
Bag = Tas
Bank note = Uang kertas
Banner = Spanduk
Barn = Gudang
Bill = Rekening
Bill of exchange = Wesel
Biography = Riwayat hidup
Bottle = Botol
Box = Kotak
Bring = Membawa
Busily = Sibuk
Calendar = Kalender
Call = Memanggil
Camera = Kamera
Cane = Tongkat
Carpet = Karpet
Certificate = Sertifikat
Certify = Menerangkan
Check = Memeriksa
Cigarette = Rokok
Clerk = Juru tulis
Clip = Jepitan
Coin = Uang logam
Command = Memerintahkan
Compare = Membandingkan
Connection = Hubungan
Consider = Mempertimbangkan
Corridor = Koridor
Count = Menghitung
Cover = Sampul
Creditor = Kreditor
Crevice Celah
Cup = Cangkir
Cupboard = Lemari
Diary = Buku harian
Dictionary = Kamus
Door = Pintu
Discuss = Berdiskusi
Dismiss = Memecat
Document = Dokumen
Driver = Sopir
Easy = Mudah
Emblem = Logo
Enclosure = Lampiran
envelope = Amplop
Error = Rusak
Ethics = Etika
Explain = Menjelaskan
Eyeglasses = Kacamata
Facility = Fasilitas
Fire place = Corong perapian
Flagg = Bendera
Flower = Bunga
Flowerpot = Pot bunga
Forgive = Memaafkan
Frame = Bingkai
Full = Penuh
Funny = Lucu
Gardener = Tukang kebun
Generator = Alat pembangkit listrik
Globe = Bola dunia
Peran UKM dalam perekonomian indonesia
UKM merupakan tulang punggung perekonomian diindonesia, meskipun pengembangan UKM mengalami berbagai hambatan dan tantangan.UMKM masih diharapkan mampu menjadi andalan perekonomian di indonesia, karena mayoritas masyarakat indonesia melakukan UMKM.Perekonomian nasional dapat didukung dengan jumlah yang sangat banyak usaha kecil berpotensi menciptakan lapangan kerja yang luas bagi masyarakat Indonesia dan sesuai dengan system yang dianut Indonesia adalah padat karya. Menurut Sutrisno dan Hs (2004),"Perekonomian nasional tahun 1997 telah diporak-porandakan akibat krisis ekonomi sehingga membangkitkan pentingnya peran Usaha Kecil dan Menengah (UKM)".
Turunnya daya beli konsumen, dikarenakan semakin berkurangnya usaha-usaha yang dimiliki konsumen sebagai sumber pendanaan yang merupakan penyebab dari dampak negative kiris ekonomi.Kecilnya modal usaha dan rendahnya kemampuan untuk mengakses kelembaga keuangan merupakan permasalahan yang dihadapi pengusaha kecil menengah dan mikro dalam mengembangkan usahanya.Permasalahan tersebut dapat dibantu dengan program-program pembantuan bagi permodalan koperasi dan usaha pun menunjukkan hasil yang relatif baik,akan tetapi belum dikatakan optimal. Untuk itu, diperlukan pemikiran dan pertimbangan dalam bentuk pemusatan pengembangan koperasi. Menurut Triyono dan Aedah (2004),"Krisis ekonomi nasional tahun 1997 masih menyisakan dampak negatif hingga kini, terasuk UKM dan Usaha Mikro".
Menurut Ali (2006)," Perekonomian Indonesia secara garis besar dalam kegiatan UKM dan Usaha Mikro telah mencapai banyak manfaat bagi masyarakat indonesia dalam menanggulangi kemiskinan dan pengangguran yang tejadi pada bangsa indonesia”. Kegiatan ini sangatlah penting untuk kemajuan negara maupun bangsanya sendiri. Pemerintah telah mencapai tujuannya dengan membantu perekonomian bangsa yang kurang mampu dengan kegiatan ini. Program pemerintah ini akan terus menerus berjalan dengan baik untuk kemajuan negara indonesia.
Referensi :
- Sutrisno,J dan Hs,SL,2004," KAJIAN USAHA MIKRO INDONESIA", Jurnal pengkajian koperasi dan UKM nomor 2 tahun 1, Hasil kajian deputi bidang pengkajian sumberdaya UKMK bekerjasama dengan Gunatama Megah Business and Management Consultant.
- Triyono dan Aedah, S,2004," PENGKAJIAN PEMUSATAN PENGEMBANGAN KOPERASI BIDANG PEMBIAYAAN PADA TINGKAT KABUPATEN/KOTA ", Jurnal penkajian koperasi dan UKM nomor 2 tahun 1, Hasil kajian deputi bidang pengkajian sumberdaya UKMK bekerjasama dengan pengembangan pengelolaan Wirausaha-Univwrsitas Indonesia (BPPWI-UI).
- Ali,S,2006," PEDOMAN TEKNIS PERKUATAN PERMODALAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DI KAWASAN INDUSTRI MENTRI NEGARA KOPERASI DAN UASAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA ", Jurnal penkajian koperasi dan
Turunnya daya beli konsumen, dikarenakan semakin berkurangnya usaha-usaha yang dimiliki konsumen sebagai sumber pendanaan yang merupakan penyebab dari dampak negative kiris ekonomi.Kecilnya modal usaha dan rendahnya kemampuan untuk mengakses kelembaga keuangan merupakan permasalahan yang dihadapi pengusaha kecil menengah dan mikro dalam mengembangkan usahanya.Permasalahan tersebut dapat dibantu dengan program-program pembantuan bagi permodalan koperasi dan usaha pun menunjukkan hasil yang relatif baik,akan tetapi belum dikatakan optimal. Untuk itu, diperlukan pemikiran dan pertimbangan dalam bentuk pemusatan pengembangan koperasi. Menurut Triyono dan Aedah (2004),"Krisis ekonomi nasional tahun 1997 masih menyisakan dampak negatif hingga kini, terasuk UKM dan Usaha Mikro".
Menurut Ali (2006)," Perekonomian Indonesia secara garis besar dalam kegiatan UKM dan Usaha Mikro telah mencapai banyak manfaat bagi masyarakat indonesia dalam menanggulangi kemiskinan dan pengangguran yang tejadi pada bangsa indonesia”. Kegiatan ini sangatlah penting untuk kemajuan negara maupun bangsanya sendiri. Pemerintah telah mencapai tujuannya dengan membantu perekonomian bangsa yang kurang mampu dengan kegiatan ini. Program pemerintah ini akan terus menerus berjalan dengan baik untuk kemajuan negara indonesia.
Referensi :
- Sutrisno,J dan Hs,SL,2004," KAJIAN USAHA MIKRO INDONESIA", Jurnal pengkajian koperasi dan UKM nomor 2 tahun 1, Hasil kajian deputi bidang pengkajian sumberdaya UKMK bekerjasama dengan Gunatama Megah Business and Management Consultant.
- Triyono dan Aedah, S,2004," PENGKAJIAN PEMUSATAN PENGEMBANGAN KOPERASI BIDANG PEMBIAYAAN PADA TINGKAT KABUPATEN/KOTA ", Jurnal penkajian koperasi dan UKM nomor 2 tahun 1, Hasil kajian deputi bidang pengkajian sumberdaya UKMK bekerjasama dengan pengembangan pengelolaan Wirausaha-Univwrsitas Indonesia (BPPWI-UI).
- Ali,S,2006," PEDOMAN TEKNIS PERKUATAN PERMODALAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH DI KAWASAN INDUSTRI MENTRI NEGARA KOPERASI DAN UASAHA KECIL DAN MENENGAH REPUBLIK INDONESIA ", Jurnal penkajian koperasi dan
tugas softskil 4
ANALISIS PERBANDINGAN KEPUASAN KONSUMEN TERHADAP PELAYANAN PADA MINIMARKET INDOMARET DENGAN ALFAMART DI KOMPLEKS PESONA ANGGREK BEKASI
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1) Untuk mengetahui adakah perbedaan kepuasan konsumen Indomaret dan Alfamart di perumahan Pesona Anggrek Bekasi;
2) Untuk mengetahui faktor-faktor apa yang membedakan kepuasan konsumen Indomaret dan Alfamart di perumahan Pesona Anggrek Bekasi. Dalam penelitian ini digunakan data primer yang diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan compare means independent samples t test, chi square, statistik deskriptif dengan program SPSS versi 15.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dari minimarket Indomaret dan Alfamart dinilai baik oleh sebagian besar pelanggannya. Sedangkan hasil uji perbandingan kualitas pelayanan antara minimarket Indomaret dengan Alfamart berdasarkan dimensi kehandalan, keresponsifan, assurance, empathy dan tangible serta kualitas pelayanan keseluruhan ada perbedaan yang signifikan. Berdasarkan diagram kartesius importance performance analysis of service quality dimension dari minimarket Indomaret dengan Alfamart, bahwa dimensi keresponsifan, merupakan dimensi yang dianggap penting oleh para pelanggan minimarket Indomaret dengan Alfamart, tetapi performance dari dimensi keresponsifan belum sesuai dengan yang diharapkan, baik oleh para pelanggan minimarket Indomaret maupun para pelanggan minimarket Alfamart. Hal tersebut mengindikasikan perlu adanya perbaikkan kualitas pelayanan, utamanya dalam dimensi keresponsifan.
PENDAHULUAN
Pada prinsipnya setiap perusahaan tatkala menjual produk-produknya akan dihadapkan dengan strategi maupun teknik penjualan yang bagus, sehingga komoditas yang ditawarkannya dapat terjual dengan baik. Adapun salah satu teknik penjualan yang dimaksud adalah terkait dengan bagaimana dan seberapa tinggi kualitas pelayanan yang diberikan terhadap konsumen. Kualitas pelayanan yang diberikan adalah merupakan kinerja terpenting oleh perusahaan bagi kepuasan konsumen/pelanggan. Perusahaan harus memperhatikan hal-hal penting bagi konsumen, supaya mereka merasakan kepuasan sebagaimana yang diharapkan. Demikianlah sebagaimana yang disampaikan oleh banyak pakar ekonomi yang memberikan definisi mengenai kepuasan konsumen.
Pada dasarnya kepuasan konsumen mencakup perbedaan antara tingkat kepentingan dan kinerja atau hasil yang dirasakan. Dan hakikatnya kepuasan konsumen merupakan evaluasi purna beli dimana alternatif yang dipilih sekurang-kurangnya dapat memberikan hasil (outcome) sama atau melampaui harapan konsumen, sedangkan ketidakpuasan dapat terjadi apabila hasil yang diperoleh tidak memenuhi harapan yang diinginkan konsumen. Jadi tingkat kepuasan merupakan fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan oleh harapan, jika kinerja yang dirasakan di bawah harapan maka konsumen merasa tidak puas, sedangkan jika kinerja yang dirasakan sesuai dengan harapan maka niscaya konsumen merasa puas. Dan jika kinerja yang dirasakan melampaui harapan maka konsumen akan merasa sangat puas.
Terdapat lima dimensi yang dirancang untuk mengukur kualitas pelayanan yang didasarkan pada perbedaan antara nilai harapan dengan nilai kinerja yang dirasakan oleh konsumen yaitu : Responsivness, Reliability, Assurance, Emphaty dan Tangibles.
1. Responsive (daya tanggap / kesigapan) adalah suatu respon / kesigapan karyawan dalam membantu konsumen dan memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap.
2. Reliability (keandalan) adalah suatu kemampuan untuk memberikan jasa yang dijanjikan dengan akurat dan terpercaya.
3. Assurance (jaminan) adalah kemampuan karyawan atas pengetahuan terhadap produk secara tepat, kualitas, keramah-tamahan, perkataan atau kesopanan dalam memberikan pelayanan, keterampilan dalam memberikan informasi dan kemampuan dalam menanamkan kepercayaan konsumen / pelanggan terhadap perusahaan.
4. Emphaty (perhatian) adalah kemampuan perusahaan dalam memberikan perhatian yang bersifat individual atau pribadi kepada para pelanggan / konsumen.
5. Tangibles (kemampuan fisik) adalah suatu bentuk penampilan fisik, peralatan personal, media komunikasi dan hal-hal yang lainnya yang bersifat fisik.
Masalah pelayanan sebenarnya bukanlah hal yang sulit atau rumit, tetapi apabila hal ini kurang diperhatikan maka dapat menimbulkan hal-hal yang rawan karena sifatnya yang sangat sensitif. Sistem pelayanan perlu didukung oleh kualitas pelayanan, fasilitas yang memadai dan etika atau tata krama. Sedangkan tujuan memberikan pelayanan adalah untuk memberikan kepuasan kepada konsumen/ pelanggan, sehingga berakibat dengan dihasilkannya nilai tambah bagi perusahaan.
Untuk itu peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian perbandingan kepuasan konsumen toko tersebut mengapa hal tersebut dapat mempengaruhi penjualan padahal keduanya memiliki strategi pemasaran yang hampir sama dan pelayanan yang hampir sama juga adakah perbedaan pada keduanya yang pada akhirnya mempengaruhi citra toko dari kacamata konsumen, apakah yang membuat berhasil mewujudkan kesan yang baik pada pelanggan dan pada akhirnya akan memudahkan meraih konsumen.
Kerangka Pemikiran
Dalam memilih toko konsumen memiliki kriteria evaluasi diantaranya adalah faktor kenyamanan, pelayanan, kelengkapan produk, dan lain sebagainya hal tersebut menjadikan faktor yang sangat penting dan harus diperhatikan produsen karena akan menjadi bahan perbandingan bagi konsumen untuk memilih toko mana yang akan didatangi konsumen (James F Engel,1994:258), dalam membandingkan minimarket mana yang akan dikunjungi konsumen akan mempertimbangkan beberapa hal berikut diantaranya: Yang pertama lokasi, konsumen mementingkan jarak minimarket manakah yang paling dekat dari tempat tinggal untuk efisiensi waktu, namun ada juga konsumen yang lebih mempertimbangkan tempat parkir yang nyaman meski jarak yang ditempuh lebih jauh dari tempat tinggal. Yang kedua promosi konsumen cenderung memilih minimarket mana yang menginformasikan produknya lebih baik melalui iklan yang menarik, namun ada juga konsumen yang tidak mementingkan promosi yang menarik untuk mendatangi suatu minimarket yang terpenting adalah pelayanan yang memuaskan. Yang ketiga konsumen membandingkan minimarket mana yang memberikan harga yang lebih murah meski pelayanan kurang memuaskan atau ada juga konsumen yang cenderung memilih pelayanan yang memuaskan meski harga yang dibayar lebih mahal. Keempat konsumen mempertimbangkan kenyamanan berbelanja sebelum mengunjungi minmarket karena lebih berorientasi rekreasi walaupun harga yang ditawarkan lebih mahal namun ada kepuasan batin tersendiri bagi konsumen yang berorientasi ini, namun konsumen yang berorientasi belanja perusahaan yang menjadi pertimbangan itu adalah minimarket Indomaret dan Alfamart yang memiliki kesamaan strategi pemasaran dan karateristik. Kelima kelengkapan produk, konsumen dalam memilih minimarket mana yang akan di kunjungi dengan mempertimbangkan lengkap tidaknya produk yang di jual pada minimarket itu, jika ada minimarket yang lebih lengkap meskipun jarak yang di tempuh agak jauh maka konsumen akan mengunjungi minimarket yang lebih lengkap produknya. Keenam pelayanan, dalam berbelanja konsumen yang mementingkan pelayanan akan memilih minimarket yang memberikan pelayanan sesuai keinginannya, namun konsumen yang kurang mementingkan pelayanan akan memilih minimarket yang memberikan harga yang terjangkau dengan pelayanan yang standar. Berdasarkan evaluasi diatas maka minimarket atau perusahaan yang menjadi pertimbangan itu adalah Indomaret dengan Alfamart yang memiliki karateristik dan strategi yang hampir sama.
TELAAH PUSTAKA
Pengertian Kepuasan Konsumen
Kepuasan konsumen adalah perasaan seseorang yang puas atau sebaliknya setelah membandingkan antara kenyataan dan harapan yang diterima dari sebuah produk atau jasa (Kotler 2000:36). Kepuasan konsumen hanya dapat tercapai dengan memberikan pelayanan yang berkualitas kepada konsumennya. Pelayanan yang baik sering dinilai oleh konsumen secara langsung dari karyawan sebagai orang yang melayani atau disebut juga sebagai produsen jasa, karena itu diperlukan usaha untuk meningkatkan kualitas sistem pelayanan yang diberikan agar dapat memenuhi keinginan dan meningkatkan kepuasan konsumen. Jadi kualitas pelayanan merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan agar dapat tercapai kepuasan konsumen. Kualitas pelayanan memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan konsumen. Kualitas memberikan suatu dorongan kepada konsumen untuk menjalin hubungan yang kuat dengan perusahaan. Dalam jangka panjang ikatan ini memungkinkan perusahaan untuk memahami dengan seksama harapan konsumen serta kebutuhannya. Dengan demikian perusahaan dapat meningkatkan kepuasan konsumen dan pada gilirannya kepuasan tersebut dapat menciptakan kesetiaan / loyalitas konsumen. Dengan tercapainya kualitas layanan yang sempurna akan mendorong terciptanya kepuasan konsumen karena kualitas layanan merupakan sarana untuk mewujudkan kepuasan konsumen. Kualitas layanan dapat diwujudkan dengan memberikan layanan kepada konsumen dengan sebaik mungkin sesuai dengan apa yang menjadi harapan konsumen. Ketidakpuasan pada salah satu atau lebih dari dimensi layanan tersebut tentunya akan memberikan kontribusi terhadap tingkat layanan secara keseluruhan, sehingga upaya untuk meningkatkan kualitas layanan untuk masing-masing dimensi layanan harus tetap menjadi perhatian.
Pengertian perilaku konsumen
Untuk memahami perilaku masyarakat dalam pembelian barang dan jasa tersebut di butuhkan studi tersendiri. Perusahaan berkepentingan dengan hampir setiap kegiatan manusia yang hanya dalam lingkup yang lebih terbatas. Perilaku konsumen sangat komplek dan sulit di prediksi. Pendekatan-pendekatan yang selama ini banyak digunakan untuk menyingkap sikap, minat, dan perilaku konsumen mengansumsikan bahwa konsumen bersikap rasional dalam setiap keputusan pembelian. Adapun definisi perilaku konsumen adalah tindakan langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini (Engel dan Blackwell,1994:3).
Kepuasan Pelanggan
Pengukuran kepuasan pelanggan merupakan elemen penting dalam menyediakan pelayanan yang lebih baik, lebih efesien dan lebih efektif. Apabila pelanggan merasa tidak puas terhadap suatu pelayanan yang disediakan, maka pelayanan tersebut dapat dipastikan tidak efektif dan tidak efesien. Hal ini terutama sangat penting bagi pelayanan publik.
Mencapai tingkat kepuasan pelanggan tertinggi adalah tujuan utama pemasaran. Ketika pelanggan merasa puas atas pelayanan yang didapatkan, maka besar kemungkinan mereka akan kembali lagi dan melakukan pembelian-pembelian yang lain dan mereka juga akan merekomendasikan pada teman-teman dan keluarganya tentang perusahaan tersebut. Pemasaran bukanlah semata-mata membuat penjualan, melainkan tentang bagaimana memuaskan pelanggan terus-menerus.
Jadi apa sebenarnya kepuasan pelanggan itu?
Kepuasan pelanggan adalah persepsi pelanggan bahwa harapannya telah terpenuhi atau terlampaui (Richard.F.Gerson, 2004:3)
Kepuasan pelanggan bermakna perbandingan antara apa yang diharapkan konsumen dengan apa yang dirasakan konsumen ketika menggunakan produk tersebut. Bila konsumen merasakan performa produk sama atau melebihi ekspektasinya, berarti mereka puas. Sebaliknya jika performa produk kurang dari ekspektasinya, berarti mereka tidak puas.
Menurut Oliver, kepuasan adalah “tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakannya dengan harapannya”. (J.Suprapto, 2001 : 233)
Menurut Richard Oliver (Husein Umar, 2003 : 14) kepuasan pelanggan adalah “ respon pemenuhan dari konsumen. Kepuasan adalah hasil penelitian dari
konsumen bahwa pelayanan telah memberikann tingkat kenikmatan dimana tingkat pemenuhan ini bisa lebih atau kurang.
METODE PENELITIAN
Metode Pengumpulan dan Pengukuran Data
Pada penelitan ini penulis melakukan pengumpulan data, dengan cara :
Instrumen kuesioner, dalam hal ini penulis menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data primer dalam bentuk pertanyaan terbuka, yaitu pertanyaan yang memberi kebebasan kepada responden untuk memberi jawaban, sebuah pertanyaan hanya bisa diberikan diantara pilihan yang sudah tersedia.
Sedangkan pengukuran data yang dilakukan oleh penulis yaitu menggunakan skala likert dengan kriteria skor sebagai berikut :
1. Sangat Setuju (SS) = 5
2. Setuju (S) = 4
3. Ragu – Ragu (RR) = 3
4. Tidak Setuju (TS) = 2
5. Sangat Tidak Setuju = 1
Hasil dari pengumpulan dan pengukuran data tersebut akan diolah dengan program Statistical Product and Service Solution (SPSS).
Metode Analisis Data
Dalam menganalisis data penelitian ini, penulis menggunakan empat metode, yaitu :
1) Uji Validitas
Item-item pertanyaan yang akan digunakan sebelumnya terlebih dahulu harus dilakukan uji validitas. Tujuannya adalah agar data yang diambil benar-benar mengukur apa yang hendak diukur. Dalam metode validitas dan reliabilitas, acuan untuk mengambil keputusan valid atau tidaknya suatu item dapat dilakukan dengan melihat nilai seluruh item alpha. Bila nilai alpha seluruh bertanda positif maka item tersebut dianggap valid.
2) Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui konsistensi hasil pengukuran variabel. Suatu instrumen dikatakan reliabel apabila memiliki nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0,60 ( Ghozali,2001:129 ).
3) Uji Analisis Statistik Deskriptif
Uji ini digunakan untuk menggambarkan tentang ringkasan data-data penelitian seperti mean.
4) Uji T-Test
Untuk pembuktian hipotesis dilakukan dengan T-Test atau T-score. Alasan peneliti menggunakan T-Test dalam menganalisa data adalah karena T-Test pada prinsipnya adalah suatu teknik statistik untuk menguji hipotesis, tentang ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara dua kelompok sampel dengan jalan perbedaan mean-meannya. Mencari nilai T uji sampel berpasangan dengan alat bantu sofwtware SPSS For Windows 15.0:
5) Metode Chi Square
Uji chi kuadrat ( Chi Square) adalah pengujian hipotesis mengenai perbandingan antara frekuensi observasi / yang benar-benar terjadi / actual (F) dengan frekuensi harapan / ekspektasi (Fe) yang didasarkan atas hipotesis tertentu. Bentuk distribusi Chi Square adalah x2, nilai x2 adalah nilai kuadrat karena nilai x2 selalu positif.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil pengujian hipotesa dengan uji-t diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kepuasan konsumen Indomaret dengan kepuasan konsumen Alfamart hal tersebut dapat diketahui dari penjelasan perdimensi berikut:
Analisis kepuasan konsumen Indomaret dan kepuasan konsumen Alfamart terhadap kepuasan kedua minimarket tersebut diketahui memiliki perbedaan yang signifikan. Dan dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Alfamart hal ini diketahui dari uji-t Alfamart yang lebih besar dari Indomaret sebesar 26,443 > 26,119. Berarti kualitas pelayanan berdasarkan dimensi kehandalan(Persepsi) yang diberikan oleh Alfamart dan Indomaret tidak jauh berbeda.
Analisis uji-t terhadap dimensi keresponsifan (Persepsi) memiliki perbedaan yang signifikan. Dan dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Alfamart hal ini diketahui dari uji-t Alfamart yang lebih besar dari Indomaret sebesar 28,068 > 22,149. Berati kualitas pelayanan berdasarkan dimensi keresponsifan (Persepsi) yang diberikan Oleh Alfamart dan Indomaret sangat jauh berbeda.
Analisis kepuasan konsumen Indomaret dengan kepuasan konsumen Alfamart terhadap dimensi assurance(Persepsi) diketahui bahwa ternyata memang memiliki tingkat perbedaan yang signifikan. Dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Indomaret hal ini diketahui dari uji-t Indomaret yang lebih besar dari Alfamart sebesar 18,203 > 23,806.
Analisis uji-t terhadap dimensi empathy (Persepsi) memiliki perbedaan yang signifikan. Dan dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Indomaret hal ini diketahui bahwa dari uji-t Indomaret yang lebih besar dari Alfamart sebesar 31,749 > 23,341. Berati kualitas pelayanan berdasarkan dimensi empathy (Persepsi) yang diberikan Oleh Indomaret dan Alfamart sangat jauh berbeda.
Analisis kepuasan konsumen Indomaret dengan kepuasan konsumen Alfamart terhadap dimensi tangible(Persepsi) diketahui bahwa ternyata memang memiliki tingkat perbedaan yang signifikan. Dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Indomaret hal ini diketahui dari uji-t Indomaret yang lebih besar dari Alfamart sebesar 31,383 > 27,788. Berati kualitas pelayanan berdasarkan dimensi tangible (Persepsi) yang diberikan Oleh Indomaret dan Alfamart sangat jauh berbeda.
Analisis kepuasan konsumen Indomaret dan kepuasan konsumen Alfamart terhadap kepuasan kedua minimarket tersebut diketahui memiliki perbedaan yang signifikan. Dan dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Alfamart hal ini diketahui dari uji-t Alfamart yang lebih besar dari Indomaret sebesar 26,443 > 26,119. Berarti kualitas pelayanan berdasarkan dimensi kehandalan(Persepsi) yang diberikan oleh Alfamart dan Indomaret tidak jauh berbeda.
Analisis uji-t terhadap dimensi keresponsifan (Persepsi) memiliki perbedaan yang signifikan. Dan dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Alfamart hal ini diketahui dari uji-t Alfamart yang lebih besar dari Indomaret sebesar 28,068 > 22,149. Berati kualitas pelayanan berdasarkan dimensi keresponsifan (Persepsi) yang diberikan Oleh Alfamart dan Indomaret sangat jauh berbeda.
Analisis kepuasan konsumen Indomaret dengan kepuasan konsumen Alfamart terhadap dimensi assurance(Persepsi) diketahui bahwa ternyata memang memiliki tingkat perbedaan yang signifikan. Dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Indomaret hal ini diketahui dari uji-t Indomaret yang lebih besar dari Alfamart sebesar 18,203 > 23,806.
Analisis uji-t terhadap dimensi empathy (Persepsi) memiliki perbedaan yang signifikan. Dan dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Indomaret hal ini diketahui bahwa dari uji-t Indomaret yang lebih besar dari Alfamart sebesar 31,749 > 23,341. Berati kualitas pelayanan berdasarkan dimensi empathy (Persepsi) yang diberikan Oleh Indomaret dan Alfamart sangat jauh berbeda.
Analisis kepuasan konsumen Indomaret dengan kepuasan konsumen Alfamart terhadap dimensi tangible(Persepsi) diketahui bahwa ternyata memang memiliki tingkat perbedaan yang signifikan. Dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Indomaret hal ini diketahui dari uji-t Indomaret yang lebih besar dari Alfamart sebesar 31,383 > 27,788. Berati kualitas pelayanan berdasarkan dimensi tangible (Persepsi) yang diberikan Oleh Indomaret dan Alfamart sangat jauh berbeda.
Analisis kepuasan konsumen Indomaret dan kepuasan konsumen Alfamart terhadap kepuasan kedua minimarket tersebut diketahui memiliki perbedaan yang signifikan. Dan dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Alfamart hal ini diketahui dari uji-t Alfamart yang lebih besar dari Indomaret sebesar 28,776 >28,217. Berarti kualitas pelayanan berdasarkan dimensi kehandalan(Harapan) yang diberikan oleh Alfamart dan Indomaret tidak jauh berbeda.
Analisis uji-t terhadap dimensi keresponsifan (Harapan) memiliki perbedaan yang signifikan. Dan dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Alfamart hal ini diketahui dari uji-t Alfamart yang lebih besar dari Indomaret sebesar 28,068 > 27,787 . Berati kualitas pelayanan berdasarkan dimensi keresponsifan (Persepsi) yang diberikan Oleh Alfamart dan Indomaret sangat jauh berbeda.
Analisis kepuasan konsumen Indomaret dengan kepuasan konsumen Alfamart terhadap dimensi assurance(Harapan) diketahui bahwa ternyata memang memiliki tingkat perbedaan yang signifikan. Dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Alfamart hal ini diketahui dari uji-t Alfamart yang lebih besar dari Indomaret sebesar 28,010 > 20,229 . Berati kualitas pelayanan berdasarkan dimensi assurance (Harapan) yang diberikan Oleh Alfamart dan Indomaret sangat jauh berbeda.
Analisis uji-t terhadap dimensi empathy (Harapan) memiliki perbedaan yang signifikan. Dan dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Alfamart hal ini diketahui bahwa dari uji-t Alfamart yang lebih besar dari Indomaret sebesar 29,400 > 26,584. Berati kualitas pelayanan berdasarkan dimensi empathy (Harapan) yang diberikan Oleh Alfamart dan Indomaret sangat jauh berbeda.
Analisis kepuasan konsumen Indomaret dengan kepuasan konsumen Alfamart terhadap dimensi tangible(Harapan) diketahui bahwa ternyata memang memiliki tingkat perbedaan yang signifikan. Dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Indomaret hal ini diketahui dari uji-t Indomaret yang lebih besar dari Alfamart sebesar 39,737 > 25,666. Berati kualitas pelayanan berdasarkan dimensi tangible (Harapan) yang diberikan Oleh Indomaret dan Alfamart sangat jauh berbeda
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan dapat diambil beberapa kesimpulan diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Adanya perbedaan kepuasan konsumen Indomaret dengan kepuasan konsumen Alfamart pada dimensi keresponsifan, assurance, empathy, tangible sedang pada dimensi kehandalan tidak di temukan perbedaan yang signifikan karena kedua minimarket ini memiliki faslitas yang hampir sama setelah diadakan penelitian.
2. Faktor-faktor yang membedakan kepuasan konsumen minimarket Indomaret dengan Alfamart adalah sebagai berikut :
1. Fasilitas yang dimiliki didalam memberikan pelayanan,
2. Penentuan lokasi,
3. Pelayanan yang diberikan,
Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka saran yang diajukan penulis adalah sebagai berikut:
1. Persediaan barang pada minimarket Indomaret agar dapat disajikan dengan lebih lengkap agar apa yang diinginkan konsumen dapat dipenuhi .
2. Mayoritas konsumen Indonesia sensitive terhadap harga, karena itu Alfamart agar menekan harga dengan cara memutus saluran distributor yang panjang yang akan meminimalkan biaya dan pada akhirnya harga menjadi sama dengan pesaing. Selebaran yang full color dengan informasi produk dan harga tidak akan banyak mempengaruhi pembeli karena mereka juga akan mendapat selebaran yang sama menarik dari peritel lainya.
3. Pelayanan pada minimarket Indomaret sebaiknya ditambahkan dengan fasilitas pesan belanja melalui telpon agar tidak kalah dengan pesaing.
4. Bagi peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel lain dan organisasi
perdagangan atau minimarket lain sebagai pembanding agar didapat hasil
yang lebih sempurna.
DAFTAR PUSTAKA
Alma, B. 2005. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Edisi Revisi. CV. Alfabeta. Bandung.
Anaz, S. 2007. Pengaruh Kualitas Jasa Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Wisata Bahari Lamongan. Skripsi UNNES.
Kotler, Philip. 2005. Manajemen Jasa. PT. Indeks. Jakarta.
Pramesti, G. 2008. Solusi Express SPSS 15.0. PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. Jakarta.
Priyatno, D. 2008. Mandiri Belajar SPSS. PT Buku Kita. Yogyakarta.
Rangkuti, F. 2006. Measuring Customer Satisfaction. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Riduwan, D. 2007. Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Alfabeta. Bandung.
Supranto, J. 2001. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan. Edisi Baru. PT. Rineka Cipta. Jakarta.
Tjiptono, F., dan Chandra, G. 2005. Service Quality and Satisfaction. Andi Yogyakarta
Usman, H., dan Akbar, P. 2006. Pengantar Statistika. Edisi Kedua. Bumi Aksara. Yogyakarta.
- - - - - -. 2008. Analisis Perbedaan Kepuasan Nasabah Sebelum dan Sesudah Menggunakan Layanan Jasa Mobile Banking di Yogyakarta. Skripsi UNAS.
- - - - - -. 2008. Analisis Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Konsumen Pemakai Hotel Jayakarta Yogyakarta. Skripsi UNAS.
Keterangan :
Ulasan pada bagian abstrak dan pendahuluan tidak terdapat kata-kata atau kalimat yang tidak sesuai dengan EYD,hanya saja pada bagian kerangka pemikiran kata pertama,kedua,ketiga yang bertuliskan huruf tebal seharusnya tidak perlu,karena dengan tulisan biasa pun bisa tidak mesti huruf tebal.
Kemudian pada bagian kesimpulan dan saran terdapat kata minimarket yang tidak bercetak miring dan tulisan full color itu seharusnya full colour.
ABSTRAK
Tujuan dari penelitian ini adalah :
1) Untuk mengetahui adakah perbedaan kepuasan konsumen Indomaret dan Alfamart di perumahan Pesona Anggrek Bekasi;
2) Untuk mengetahui faktor-faktor apa yang membedakan kepuasan konsumen Indomaret dan Alfamart di perumahan Pesona Anggrek Bekasi. Dalam penelitian ini digunakan data primer yang diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan compare means independent samples t test, chi square, statistik deskriptif dengan program SPSS versi 15.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pelayanan dari minimarket Indomaret dan Alfamart dinilai baik oleh sebagian besar pelanggannya. Sedangkan hasil uji perbandingan kualitas pelayanan antara minimarket Indomaret dengan Alfamart berdasarkan dimensi kehandalan, keresponsifan, assurance, empathy dan tangible serta kualitas pelayanan keseluruhan ada perbedaan yang signifikan. Berdasarkan diagram kartesius importance performance analysis of service quality dimension dari minimarket Indomaret dengan Alfamart, bahwa dimensi keresponsifan, merupakan dimensi yang dianggap penting oleh para pelanggan minimarket Indomaret dengan Alfamart, tetapi performance dari dimensi keresponsifan belum sesuai dengan yang diharapkan, baik oleh para pelanggan minimarket Indomaret maupun para pelanggan minimarket Alfamart. Hal tersebut mengindikasikan perlu adanya perbaikkan kualitas pelayanan, utamanya dalam dimensi keresponsifan.
PENDAHULUAN
Pada prinsipnya setiap perusahaan tatkala menjual produk-produknya akan dihadapkan dengan strategi maupun teknik penjualan yang bagus, sehingga komoditas yang ditawarkannya dapat terjual dengan baik. Adapun salah satu teknik penjualan yang dimaksud adalah terkait dengan bagaimana dan seberapa tinggi kualitas pelayanan yang diberikan terhadap konsumen. Kualitas pelayanan yang diberikan adalah merupakan kinerja terpenting oleh perusahaan bagi kepuasan konsumen/pelanggan. Perusahaan harus memperhatikan hal-hal penting bagi konsumen, supaya mereka merasakan kepuasan sebagaimana yang diharapkan. Demikianlah sebagaimana yang disampaikan oleh banyak pakar ekonomi yang memberikan definisi mengenai kepuasan konsumen.
Pada dasarnya kepuasan konsumen mencakup perbedaan antara tingkat kepentingan dan kinerja atau hasil yang dirasakan. Dan hakikatnya kepuasan konsumen merupakan evaluasi purna beli dimana alternatif yang dipilih sekurang-kurangnya dapat memberikan hasil (outcome) sama atau melampaui harapan konsumen, sedangkan ketidakpuasan dapat terjadi apabila hasil yang diperoleh tidak memenuhi harapan yang diinginkan konsumen. Jadi tingkat kepuasan merupakan fungsi dari perbedaan antara kinerja yang dirasakan oleh harapan, jika kinerja yang dirasakan di bawah harapan maka konsumen merasa tidak puas, sedangkan jika kinerja yang dirasakan sesuai dengan harapan maka niscaya konsumen merasa puas. Dan jika kinerja yang dirasakan melampaui harapan maka konsumen akan merasa sangat puas.
Terdapat lima dimensi yang dirancang untuk mengukur kualitas pelayanan yang didasarkan pada perbedaan antara nilai harapan dengan nilai kinerja yang dirasakan oleh konsumen yaitu : Responsivness, Reliability, Assurance, Emphaty dan Tangibles.
1. Responsive (daya tanggap / kesigapan) adalah suatu respon / kesigapan karyawan dalam membantu konsumen dan memberikan pelayanan yang cepat dan tanggap.
2. Reliability (keandalan) adalah suatu kemampuan untuk memberikan jasa yang dijanjikan dengan akurat dan terpercaya.
3. Assurance (jaminan) adalah kemampuan karyawan atas pengetahuan terhadap produk secara tepat, kualitas, keramah-tamahan, perkataan atau kesopanan dalam memberikan pelayanan, keterampilan dalam memberikan informasi dan kemampuan dalam menanamkan kepercayaan konsumen / pelanggan terhadap perusahaan.
4. Emphaty (perhatian) adalah kemampuan perusahaan dalam memberikan perhatian yang bersifat individual atau pribadi kepada para pelanggan / konsumen.
5. Tangibles (kemampuan fisik) adalah suatu bentuk penampilan fisik, peralatan personal, media komunikasi dan hal-hal yang lainnya yang bersifat fisik.
Masalah pelayanan sebenarnya bukanlah hal yang sulit atau rumit, tetapi apabila hal ini kurang diperhatikan maka dapat menimbulkan hal-hal yang rawan karena sifatnya yang sangat sensitif. Sistem pelayanan perlu didukung oleh kualitas pelayanan, fasilitas yang memadai dan etika atau tata krama. Sedangkan tujuan memberikan pelayanan adalah untuk memberikan kepuasan kepada konsumen/ pelanggan, sehingga berakibat dengan dihasilkannya nilai tambah bagi perusahaan.
Untuk itu peneliti merasa tertarik untuk melakukan penelitian perbandingan kepuasan konsumen toko tersebut mengapa hal tersebut dapat mempengaruhi penjualan padahal keduanya memiliki strategi pemasaran yang hampir sama dan pelayanan yang hampir sama juga adakah perbedaan pada keduanya yang pada akhirnya mempengaruhi citra toko dari kacamata konsumen, apakah yang membuat berhasil mewujudkan kesan yang baik pada pelanggan dan pada akhirnya akan memudahkan meraih konsumen.
Kerangka Pemikiran
Dalam memilih toko konsumen memiliki kriteria evaluasi diantaranya adalah faktor kenyamanan, pelayanan, kelengkapan produk, dan lain sebagainya hal tersebut menjadikan faktor yang sangat penting dan harus diperhatikan produsen karena akan menjadi bahan perbandingan bagi konsumen untuk memilih toko mana yang akan didatangi konsumen (James F Engel,1994:258), dalam membandingkan minimarket mana yang akan dikunjungi konsumen akan mempertimbangkan beberapa hal berikut diantaranya: Yang pertama lokasi, konsumen mementingkan jarak minimarket manakah yang paling dekat dari tempat tinggal untuk efisiensi waktu, namun ada juga konsumen yang lebih mempertimbangkan tempat parkir yang nyaman meski jarak yang ditempuh lebih jauh dari tempat tinggal. Yang kedua promosi konsumen cenderung memilih minimarket mana yang menginformasikan produknya lebih baik melalui iklan yang menarik, namun ada juga konsumen yang tidak mementingkan promosi yang menarik untuk mendatangi suatu minimarket yang terpenting adalah pelayanan yang memuaskan. Yang ketiga konsumen membandingkan minimarket mana yang memberikan harga yang lebih murah meski pelayanan kurang memuaskan atau ada juga konsumen yang cenderung memilih pelayanan yang memuaskan meski harga yang dibayar lebih mahal. Keempat konsumen mempertimbangkan kenyamanan berbelanja sebelum mengunjungi minmarket karena lebih berorientasi rekreasi walaupun harga yang ditawarkan lebih mahal namun ada kepuasan batin tersendiri bagi konsumen yang berorientasi ini, namun konsumen yang berorientasi belanja perusahaan yang menjadi pertimbangan itu adalah minimarket Indomaret dan Alfamart yang memiliki kesamaan strategi pemasaran dan karateristik. Kelima kelengkapan produk, konsumen dalam memilih minimarket mana yang akan di kunjungi dengan mempertimbangkan lengkap tidaknya produk yang di jual pada minimarket itu, jika ada minimarket yang lebih lengkap meskipun jarak yang di tempuh agak jauh maka konsumen akan mengunjungi minimarket yang lebih lengkap produknya. Keenam pelayanan, dalam berbelanja konsumen yang mementingkan pelayanan akan memilih minimarket yang memberikan pelayanan sesuai keinginannya, namun konsumen yang kurang mementingkan pelayanan akan memilih minimarket yang memberikan harga yang terjangkau dengan pelayanan yang standar. Berdasarkan evaluasi diatas maka minimarket atau perusahaan yang menjadi pertimbangan itu adalah Indomaret dengan Alfamart yang memiliki karateristik dan strategi yang hampir sama.
TELAAH PUSTAKA
Pengertian Kepuasan Konsumen
Kepuasan konsumen adalah perasaan seseorang yang puas atau sebaliknya setelah membandingkan antara kenyataan dan harapan yang diterima dari sebuah produk atau jasa (Kotler 2000:36). Kepuasan konsumen hanya dapat tercapai dengan memberikan pelayanan yang berkualitas kepada konsumennya. Pelayanan yang baik sering dinilai oleh konsumen secara langsung dari karyawan sebagai orang yang melayani atau disebut juga sebagai produsen jasa, karena itu diperlukan usaha untuk meningkatkan kualitas sistem pelayanan yang diberikan agar dapat memenuhi keinginan dan meningkatkan kepuasan konsumen. Jadi kualitas pelayanan merupakan hal penting yang harus diperhatikan oleh perusahaan agar dapat tercapai kepuasan konsumen. Kualitas pelayanan memiliki hubungan yang erat dengan kepuasan konsumen. Kualitas memberikan suatu dorongan kepada konsumen untuk menjalin hubungan yang kuat dengan perusahaan. Dalam jangka panjang ikatan ini memungkinkan perusahaan untuk memahami dengan seksama harapan konsumen serta kebutuhannya. Dengan demikian perusahaan dapat meningkatkan kepuasan konsumen dan pada gilirannya kepuasan tersebut dapat menciptakan kesetiaan / loyalitas konsumen. Dengan tercapainya kualitas layanan yang sempurna akan mendorong terciptanya kepuasan konsumen karena kualitas layanan merupakan sarana untuk mewujudkan kepuasan konsumen. Kualitas layanan dapat diwujudkan dengan memberikan layanan kepada konsumen dengan sebaik mungkin sesuai dengan apa yang menjadi harapan konsumen. Ketidakpuasan pada salah satu atau lebih dari dimensi layanan tersebut tentunya akan memberikan kontribusi terhadap tingkat layanan secara keseluruhan, sehingga upaya untuk meningkatkan kualitas layanan untuk masing-masing dimensi layanan harus tetap menjadi perhatian.
Pengertian perilaku konsumen
Untuk memahami perilaku masyarakat dalam pembelian barang dan jasa tersebut di butuhkan studi tersendiri. Perusahaan berkepentingan dengan hampir setiap kegiatan manusia yang hanya dalam lingkup yang lebih terbatas. Perilaku konsumen sangat komplek dan sulit di prediksi. Pendekatan-pendekatan yang selama ini banyak digunakan untuk menyingkap sikap, minat, dan perilaku konsumen mengansumsikan bahwa konsumen bersikap rasional dalam setiap keputusan pembelian. Adapun definisi perilaku konsumen adalah tindakan langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini (Engel dan Blackwell,1994:3).
Kepuasan Pelanggan
Pengukuran kepuasan pelanggan merupakan elemen penting dalam menyediakan pelayanan yang lebih baik, lebih efesien dan lebih efektif. Apabila pelanggan merasa tidak puas terhadap suatu pelayanan yang disediakan, maka pelayanan tersebut dapat dipastikan tidak efektif dan tidak efesien. Hal ini terutama sangat penting bagi pelayanan publik.
Mencapai tingkat kepuasan pelanggan tertinggi adalah tujuan utama pemasaran. Ketika pelanggan merasa puas atas pelayanan yang didapatkan, maka besar kemungkinan mereka akan kembali lagi dan melakukan pembelian-pembelian yang lain dan mereka juga akan merekomendasikan pada teman-teman dan keluarganya tentang perusahaan tersebut. Pemasaran bukanlah semata-mata membuat penjualan, melainkan tentang bagaimana memuaskan pelanggan terus-menerus.
Jadi apa sebenarnya kepuasan pelanggan itu?
Kepuasan pelanggan adalah persepsi pelanggan bahwa harapannya telah terpenuhi atau terlampaui (Richard.F.Gerson, 2004:3)
Kepuasan pelanggan bermakna perbandingan antara apa yang diharapkan konsumen dengan apa yang dirasakan konsumen ketika menggunakan produk tersebut. Bila konsumen merasakan performa produk sama atau melebihi ekspektasinya, berarti mereka puas. Sebaliknya jika performa produk kurang dari ekspektasinya, berarti mereka tidak puas.
Menurut Oliver, kepuasan adalah “tingkat perasaan seseorang setelah membandingkan kinerja atau hasil yang dirasakannya dengan harapannya”. (J.Suprapto, 2001 : 233)
Menurut Richard Oliver (Husein Umar, 2003 : 14) kepuasan pelanggan adalah “ respon pemenuhan dari konsumen. Kepuasan adalah hasil penelitian dari
konsumen bahwa pelayanan telah memberikann tingkat kenikmatan dimana tingkat pemenuhan ini bisa lebih atau kurang.
METODE PENELITIAN
Metode Pengumpulan dan Pengukuran Data
Pada penelitan ini penulis melakukan pengumpulan data, dengan cara :
Instrumen kuesioner, dalam hal ini penulis menggunakan kuesioner untuk mengumpulkan data primer dalam bentuk pertanyaan terbuka, yaitu pertanyaan yang memberi kebebasan kepada responden untuk memberi jawaban, sebuah pertanyaan hanya bisa diberikan diantara pilihan yang sudah tersedia.
Sedangkan pengukuran data yang dilakukan oleh penulis yaitu menggunakan skala likert dengan kriteria skor sebagai berikut :
1. Sangat Setuju (SS) = 5
2. Setuju (S) = 4
3. Ragu – Ragu (RR) = 3
4. Tidak Setuju (TS) = 2
5. Sangat Tidak Setuju = 1
Hasil dari pengumpulan dan pengukuran data tersebut akan diolah dengan program Statistical Product and Service Solution (SPSS).
Metode Analisis Data
Dalam menganalisis data penelitian ini, penulis menggunakan empat metode, yaitu :
1) Uji Validitas
Item-item pertanyaan yang akan digunakan sebelumnya terlebih dahulu harus dilakukan uji validitas. Tujuannya adalah agar data yang diambil benar-benar mengukur apa yang hendak diukur. Dalam metode validitas dan reliabilitas, acuan untuk mengambil keputusan valid atau tidaknya suatu item dapat dilakukan dengan melihat nilai seluruh item alpha. Bila nilai alpha seluruh bertanda positif maka item tersebut dianggap valid.
2) Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas dilakukan untuk mengetahui konsistensi hasil pengukuran variabel. Suatu instrumen dikatakan reliabel apabila memiliki nilai Cronbach Alpha lebih besar dari 0,60 ( Ghozali,2001:129 ).
3) Uji Analisis Statistik Deskriptif
Uji ini digunakan untuk menggambarkan tentang ringkasan data-data penelitian seperti mean.
4) Uji T-Test
Untuk pembuktian hipotesis dilakukan dengan T-Test atau T-score. Alasan peneliti menggunakan T-Test dalam menganalisa data adalah karena T-Test pada prinsipnya adalah suatu teknik statistik untuk menguji hipotesis, tentang ada tidaknya perbedaan yang signifikan antara dua kelompok sampel dengan jalan perbedaan mean-meannya. Mencari nilai T uji sampel berpasangan dengan alat bantu sofwtware SPSS For Windows 15.0:
5) Metode Chi Square
Uji chi kuadrat ( Chi Square) adalah pengujian hipotesis mengenai perbandingan antara frekuensi observasi / yang benar-benar terjadi / actual (F) dengan frekuensi harapan / ekspektasi (Fe) yang didasarkan atas hipotesis tertentu. Bentuk distribusi Chi Square adalah x2, nilai x2 adalah nilai kuadrat karena nilai x2 selalu positif.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan hasil pengujian hipotesa dengan uji-t diketahui bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kepuasan konsumen Indomaret dengan kepuasan konsumen Alfamart hal tersebut dapat diketahui dari penjelasan perdimensi berikut:
Analisis kepuasan konsumen Indomaret dan kepuasan konsumen Alfamart terhadap kepuasan kedua minimarket tersebut diketahui memiliki perbedaan yang signifikan. Dan dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Alfamart hal ini diketahui dari uji-t Alfamart yang lebih besar dari Indomaret sebesar 26,443 > 26,119. Berarti kualitas pelayanan berdasarkan dimensi kehandalan(Persepsi) yang diberikan oleh Alfamart dan Indomaret tidak jauh berbeda.
Analisis uji-t terhadap dimensi keresponsifan (Persepsi) memiliki perbedaan yang signifikan. Dan dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Alfamart hal ini diketahui dari uji-t Alfamart yang lebih besar dari Indomaret sebesar 28,068 > 22,149. Berati kualitas pelayanan berdasarkan dimensi keresponsifan (Persepsi) yang diberikan Oleh Alfamart dan Indomaret sangat jauh berbeda.
Analisis kepuasan konsumen Indomaret dengan kepuasan konsumen Alfamart terhadap dimensi assurance(Persepsi) diketahui bahwa ternyata memang memiliki tingkat perbedaan yang signifikan. Dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Indomaret hal ini diketahui dari uji-t Indomaret yang lebih besar dari Alfamart sebesar 18,203 > 23,806.
Analisis uji-t terhadap dimensi empathy (Persepsi) memiliki perbedaan yang signifikan. Dan dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Indomaret hal ini diketahui bahwa dari uji-t Indomaret yang lebih besar dari Alfamart sebesar 31,749 > 23,341. Berati kualitas pelayanan berdasarkan dimensi empathy (Persepsi) yang diberikan Oleh Indomaret dan Alfamart sangat jauh berbeda.
Analisis kepuasan konsumen Indomaret dengan kepuasan konsumen Alfamart terhadap dimensi tangible(Persepsi) diketahui bahwa ternyata memang memiliki tingkat perbedaan yang signifikan. Dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Indomaret hal ini diketahui dari uji-t Indomaret yang lebih besar dari Alfamart sebesar 31,383 > 27,788. Berati kualitas pelayanan berdasarkan dimensi tangible (Persepsi) yang diberikan Oleh Indomaret dan Alfamart sangat jauh berbeda.
Analisis kepuasan konsumen Indomaret dan kepuasan konsumen Alfamart terhadap kepuasan kedua minimarket tersebut diketahui memiliki perbedaan yang signifikan. Dan dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Alfamart hal ini diketahui dari uji-t Alfamart yang lebih besar dari Indomaret sebesar 26,443 > 26,119. Berarti kualitas pelayanan berdasarkan dimensi kehandalan(Persepsi) yang diberikan oleh Alfamart dan Indomaret tidak jauh berbeda.
Analisis uji-t terhadap dimensi keresponsifan (Persepsi) memiliki perbedaan yang signifikan. Dan dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Alfamart hal ini diketahui dari uji-t Alfamart yang lebih besar dari Indomaret sebesar 28,068 > 22,149. Berati kualitas pelayanan berdasarkan dimensi keresponsifan (Persepsi) yang diberikan Oleh Alfamart dan Indomaret sangat jauh berbeda.
Analisis kepuasan konsumen Indomaret dengan kepuasan konsumen Alfamart terhadap dimensi assurance(Persepsi) diketahui bahwa ternyata memang memiliki tingkat perbedaan yang signifikan. Dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Indomaret hal ini diketahui dari uji-t Indomaret yang lebih besar dari Alfamart sebesar 18,203 > 23,806.
Analisis uji-t terhadap dimensi empathy (Persepsi) memiliki perbedaan yang signifikan. Dan dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Indomaret hal ini diketahui bahwa dari uji-t Indomaret yang lebih besar dari Alfamart sebesar 31,749 > 23,341. Berati kualitas pelayanan berdasarkan dimensi empathy (Persepsi) yang diberikan Oleh Indomaret dan Alfamart sangat jauh berbeda.
Analisis kepuasan konsumen Indomaret dengan kepuasan konsumen Alfamart terhadap dimensi tangible(Persepsi) diketahui bahwa ternyata memang memiliki tingkat perbedaan yang signifikan. Dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Indomaret hal ini diketahui dari uji-t Indomaret yang lebih besar dari Alfamart sebesar 31,383 > 27,788. Berati kualitas pelayanan berdasarkan dimensi tangible (Persepsi) yang diberikan Oleh Indomaret dan Alfamart sangat jauh berbeda.
Analisis kepuasan konsumen Indomaret dan kepuasan konsumen Alfamart terhadap kepuasan kedua minimarket tersebut diketahui memiliki perbedaan yang signifikan. Dan dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Alfamart hal ini diketahui dari uji-t Alfamart yang lebih besar dari Indomaret sebesar 28,776 >28,217. Berarti kualitas pelayanan berdasarkan dimensi kehandalan(Harapan) yang diberikan oleh Alfamart dan Indomaret tidak jauh berbeda.
Analisis uji-t terhadap dimensi keresponsifan (Harapan) memiliki perbedaan yang signifikan. Dan dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Alfamart hal ini diketahui dari uji-t Alfamart yang lebih besar dari Indomaret sebesar 28,068 > 27,787 . Berati kualitas pelayanan berdasarkan dimensi keresponsifan (Persepsi) yang diberikan Oleh Alfamart dan Indomaret sangat jauh berbeda.
Analisis kepuasan konsumen Indomaret dengan kepuasan konsumen Alfamart terhadap dimensi assurance(Harapan) diketahui bahwa ternyata memang memiliki tingkat perbedaan yang signifikan. Dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Alfamart hal ini diketahui dari uji-t Alfamart yang lebih besar dari Indomaret sebesar 28,010 > 20,229 . Berati kualitas pelayanan berdasarkan dimensi assurance (Harapan) yang diberikan Oleh Alfamart dan Indomaret sangat jauh berbeda.
Analisis uji-t terhadap dimensi empathy (Harapan) memiliki perbedaan yang signifikan. Dan dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Alfamart hal ini diketahui bahwa dari uji-t Alfamart yang lebih besar dari Indomaret sebesar 29,400 > 26,584. Berati kualitas pelayanan berdasarkan dimensi empathy (Harapan) yang diberikan Oleh Alfamart dan Indomaret sangat jauh berbeda.
Analisis kepuasan konsumen Indomaret dengan kepuasan konsumen Alfamart terhadap dimensi tangible(Harapan) diketahui bahwa ternyata memang memiliki tingkat perbedaan yang signifikan. Dalam penelitian ini yang lebih baik adalah Indomaret hal ini diketahui dari uji-t Indomaret yang lebih besar dari Alfamart sebesar 39,737 > 25,666. Berati kualitas pelayanan berdasarkan dimensi tangible (Harapan) yang diberikan Oleh Indomaret dan Alfamart sangat jauh berbeda
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Berdasarkan hasil pembahasan dapat diambil beberapa kesimpulan diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Adanya perbedaan kepuasan konsumen Indomaret dengan kepuasan konsumen Alfamart pada dimensi keresponsifan, assurance, empathy, tangible sedang pada dimensi kehandalan tidak di temukan perbedaan yang signifikan karena kedua minimarket ini memiliki faslitas yang hampir sama setelah diadakan penelitian.
2. Faktor-faktor yang membedakan kepuasan konsumen minimarket Indomaret dengan Alfamart adalah sebagai berikut :
1. Fasilitas yang dimiliki didalam memberikan pelayanan,
2. Penentuan lokasi,
3. Pelayanan yang diberikan,
Saran
Berdasarkan kesimpulan diatas, maka saran yang diajukan penulis adalah sebagai berikut:
1. Persediaan barang pada minimarket Indomaret agar dapat disajikan dengan lebih lengkap agar apa yang diinginkan konsumen dapat dipenuhi .
2. Mayoritas konsumen Indonesia sensitive terhadap harga, karena itu Alfamart agar menekan harga dengan cara memutus saluran distributor yang panjang yang akan meminimalkan biaya dan pada akhirnya harga menjadi sama dengan pesaing. Selebaran yang full color dengan informasi produk dan harga tidak akan banyak mempengaruhi pembeli karena mereka juga akan mendapat selebaran yang sama menarik dari peritel lainya.
3. Pelayanan pada minimarket Indomaret sebaiknya ditambahkan dengan fasilitas pesan belanja melalui telpon agar tidak kalah dengan pesaing.
4. Bagi peneliti selanjutnya dapat menambahkan variabel lain dan organisasi
perdagangan atau minimarket lain sebagai pembanding agar didapat hasil
yang lebih sempurna.
DAFTAR PUSTAKA
Alma, B. 2005. Manajemen Pemasaran dan Pemasaran Jasa. Edisi Revisi. CV. Alfabeta. Bandung.
Anaz, S. 2007. Pengaruh Kualitas Jasa Pelayanan Terhadap Kepuasan Konsumen Pada Wisata Bahari Lamongan. Skripsi UNNES.
Kotler, Philip. 2005. Manajemen Jasa. PT. Indeks. Jakarta.
Pramesti, G. 2008. Solusi Express SPSS 15.0. PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia. Jakarta.
Priyatno, D. 2008. Mandiri Belajar SPSS. PT Buku Kita. Yogyakarta.
Rangkuti, F. 2006. Measuring Customer Satisfaction. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Riduwan, D. 2007. Skala Pengukuran Variabel-Variabel Penelitian. Alfabeta. Bandung.
Supranto, J. 2001. Pengukuran Tingkat Kepuasan Pelanggan. Edisi Baru. PT. Rineka Cipta. Jakarta.
Tjiptono, F., dan Chandra, G. 2005. Service Quality and Satisfaction. Andi Yogyakarta
Usman, H., dan Akbar, P. 2006. Pengantar Statistika. Edisi Kedua. Bumi Aksara. Yogyakarta.
- - - - - -. 2008. Analisis Perbedaan Kepuasan Nasabah Sebelum dan Sesudah Menggunakan Layanan Jasa Mobile Banking di Yogyakarta. Skripsi UNAS.
- - - - - -. 2008. Analisis Pengaruh Kualitas Layanan Terhadap Kepuasan Konsumen Pemakai Hotel Jayakarta Yogyakarta. Skripsi UNAS.
Keterangan :
Ulasan pada bagian abstrak dan pendahuluan tidak terdapat kata-kata atau kalimat yang tidak sesuai dengan EYD,hanya saja pada bagian kerangka pemikiran kata pertama,kedua,ketiga yang bertuliskan huruf tebal seharusnya tidak perlu,karena dengan tulisan biasa pun bisa tidak mesti huruf tebal.
Kemudian pada bagian kesimpulan dan saran terdapat kata minimarket yang tidak bercetak miring dan tulisan full color itu seharusnya full colour.
Langganan:
Postingan (Atom)
