Bangkitlah Sepakbola Indonesia


Saya sangat prihatin sekali dengan tewasnya tiga suporter ketika pertandingan sepakbola antara Persija Jakarta melawan Persib Bandung, Ini menjadi pukilan yang sangat berarti bagi persepakbolaan Indonesia, Disatu sisi persepakbolaan Indonesia tengah mengalami masa yang sangat kritis dengan adanya dua kompetisi yang berbeda, Selain iti juga muncul PSSI tandingan hasil kongres yang dilakukan KPSI (Komite Penyelamat Sepakbola Indonesia) di Jakarta beberapa waktu lalu.
Sekarang saatnya kita bersatu untuk membenahi dan membangun persepakbolaan Indonesia agar dapat bicara banyak dalam kawasan Asia bahkan dunia, Untuk  pihak penyelenggara pertandingan pun harus benar-benar menyiapkan pertandingan dengan baik terutama masalah keamanan agar para penonton merasa aman dan nyaman menyaksikan pertandingan

IFRS ( INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARD )


IFRS ( INTERNATIONAL FINANCIAL REPORTING STANDARD )

IFRS merupakan standar akuntansi internasional yang diterbitkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). Standar akuntansi ini disusun oleh empat organisasi utama dunia yaitu Badan Standar Akuntansi Internasional (IASB), Komisi Masyarakat Eropa (EC), Organisasi Internasional Pasar Modal (IOSOC), dan Federasi Akuntansi Internasional (IFAC).
Natawidnyana (2008) menyatakan bahwa sebagian besar standar yang menjadi bagian dari IFRS sebelumnya merupakan International Accounting Standard (IAS). Kemudian IASB mengadopsi seluruh IAS dan melanjutkan pengembangan standar yang dilakukan.
Secara keseluruhan IFRS mencakup:
a.       International Financial Reporting Standard (IFRS) – standar yang diterbitkan setelah tahun 2001
b.      International Accounting Standard (IAS) – standar yang diterbitkan sebelum tahun 2001
c.       Interpretations yang diterbitkan oleh International Financial Reporting Interpretations Committee (IFRIC) – setelah tahun 2001
d.      Interpretations yang diterbitkan oleh Standing Interpretations Committe (SIC) – sebelum tahun 2001

1)      Alasan Perlunya Standar Akuntansi Internasional
         Peningkatan daya banding laporan keuangan dan memberikan informasi yang berkualitas di pasar modal internasional
         Menghilangkan hambatan arus modal internasional dengan mengurangi perbedaan dalam ketentuan pelaporan keuangan.
         Mengurangi biaya pelaporan keuangan bagi perusahaan multinasional dan biaya untuk analisis keuangan bagi para analis.
         Meningkatkan kualitas pelaporan keuangan menuju “best practise”.
2)      Persiapan Konvergensi PSAK – IFRS
         Pertengahan Agustus 2004, Dirjen Pembinaan Akuntan dan Jasa Penilai mengundang DPN-IAI, kompartemen IAI, DSAK-IAI, DSPAP-IAI KAP, Bapepam, KSAPPD untuk mendiskusikan kesiapan profesi akuntan melakukan konvergensi standar yang berlaku internasional.
         Sebagai full members the International Federation of Accountant (IFAC), IAI berkewajiban memenuhi butir-butir statements of membership obligation (SMO) diantaranya penerapan IFRS
         Dari hasil diskusi dicapai kesepakatan bahwa penyusunan SAK tidak berubah. Penyusunan SAK mengacu ke IAS yang disesuaikan dengan kondisi di Indonesia.
3)      Permasalahan Yang Dihadapi Dalam Implementasi Dan Adopsi IFRS
a)      Translasi Standar Internasional
            Terdapat kesulitan dalam penerjemahan IFRS (bahasa Inggris) ke bahasa masing-   masing negara , hal ini disebabkan :
  1. Penggunaan kalimat bahasa Inggris yang panjang
  2. Ketidakkonsistenan dalam penggunaan istilah
  3. Penggunaan istilah yang sama untuk menerapkan konsep yang berbeda
  4. Penggunaan istilah yang tidak terdapat padanan dalam terjemahannya
  5. Keterbatasan pendanaan untuk penterjemahan

b)      Ketidaksesuaian Standar Internasional dengan Hukum Nasional
1.      Pada beberapa negara, standar akuntansi sebagai bagian dari hukum nasional dan ditulis dalam bahasa hukum. Disisi lain, standar akuntansi internasional tidak ditulis dengan bahasa hukum sehingga harus diubah oleh dewan standar masing-masing negara
2.      Terdapat transaksi-transaksi yang diatur hukum nasional berbeda dengan yang diatur standar internasional. Misal: transaksi ekuitas untuk perusahaan di Indonesia berbeda perlakuan untuk PT, Koperasi atau badan hukum lainnya.

c)      Struktur dan Kompleksitas Standar Internasional
1.      Adanya kekhawatiran bahwa standar internasional akan semakin kompleks dan rules-based approach. Standar mengatur secara detil setiap transaksi sehingga penyusun LK harus mengikuti setiap langkah pencatatan.
2.      Penerapan standar sebaiknya menggunakan principles-based approach. Standar hanya mengatur prinsip pengakuan, pengukuran, dan pencatatan suatu transaksi

d)     Frekuensi Perubahan dan Kompleksitas Standar Internasional
1.      Standar akuntansi internasional perlu dipahami secara jelas sebelum diterapkan. Tentunya butuh cukup waktu bagi penyusun laporan keuangan, auditor, dan pengguna laporan keuangan untuk memahami suatu standar akuntansi.
2.      Bila standar akuntansi sering berubah-ubah maka akan sangat sulit dipahami apalagi diterapkan.


PERBANDINGAN IFRS DENGAN PSAK
IFRS
PSAK
S/d status 2006, terdiri 37 standar dan 20 interpretasi:
·         7 new standards IFRS
·         30 standar IAS
·         9 new Interpretation (IFRIC)
·         11 Interpretasi (SIC)
S/d status 31 desember 2008, terdiri dari 62 standar dan 8 interpretasi, 3 technical buletin umumnya diadopsi dari IAS, namun beberapa menggunakan referensi SFAS.
Dimulai sejak 1974 (IAS)
Dikembangkan sejak 1994 (PAI)
Lebih merupakan standar umum, hanya ada 4 standar khusus industri
industri (15 standar)

PERBANDINGAN PENERAPAN IFRS DENGAN PSAK
IFRS
PSAK
  1. First time adoption of IFRS
  2. Share-based payment
  3. Business Combinations
  4. Insurance Contract
  5. Non-Current Assets Held for Sale and Discontinued Operations
  6. Exploration for and Evaluation of Mineral Resources
  7. Financial Instruments: Disclosures

  1. Belum diadopsi.
  2. PSAK 53 belum adopsi IFRS 2, referensi menggunakan US SFAS 123.
  3. PSAK 22 belum mengadopsi IFRS 3, referensi menggunakan IAS 22 (1993).
  4. PSAK 28 dan 36, belum adopsi IFRS 4, referensi menggunakan US SFAS dan regulasi industri asuransi.
  5. PSAK 58 belum adopsi IFRS 5, referensi menggunakan IAS 35 (1998).
  6. PSAK 29 dan 33, belum adopsi IFRS 6, referensi US SFAS dan regulasi industri
  7. PSAK 31 dan 55, belum  adopsi IFRS 7, referensi menggunaka IAS 30, US SFAS dan regulasi industri.









PERBEDAAN YANG SERINGKALI MUNCUL (SURVEY GAAP 2001)
Hambatan konvergensi biasanya muncul atas beberapa isu akuntansi dan pelaporan keuangan berikut:
1.      Pengakuan dan pengukuran:
a.       financial assets and derivative financial instruments,
b.      impairment losses,
c.       provisions,
d.      employee benefit liabilities,
e.       income taxes;
2.      Akuntansi Penggabungan Usaha
3.      Pengungkapan atas:
a.       related party transactions,
b.      segment information.
      MANFAAT KONVERGENSI IFRS
a.       Memudahkan pemahaman atas laporan keuangan dengan Standar Akuntansi Keuangan yang dikenal secara internasional
b.      Meningkatkan arus investasi dlobal melalui transparansi
c.       Menurunkan biaya modal dengan membuka peluang fund raising melalui pasar modal secara global
d.      Menciptakan efisiensi penyusunan laporan keuangan
e.       Meningkatkan kualitas laporan keuangan, dengan antara lain, mengurangi kesempatan untuk melakukan earning management

GAAP CONVERGENCE 2002
1.      IASB melakukan survey terhadap standar akuntansi yang diterapkan di 59 negara dan upaya untuk mencapai konvergensi dengan IFRS.
2.      Tiga hal yang menjadi pertanyaan kunci dalam survey GAAP 2002
a.       Apakah ada perencanaan untuk mengadopsi IFRS atau konvergensi standar akuntansi dengan IFRS?
b.      Apa yang mendasari masing-masing negara (yang disurvey) untuk melakukan konvergensi?
c.       Apa hambatan yang dihadapi masing-masing negara untuk melakukan konvergensi dengan IFRS?
3.      Terdapat beberapa hambatan yang masih dihadapi:
a.       Masih adanya ketidaksesuaian standar di beberapa negara dengan ketentuan IFRS yang signifikan (seperti aturan tentang instrumen keuangan dan standar pengukuran berdasar fair value accounting)
b.      Masih terdapat perbedaan kepentingan antara IFRS yang berorientasi pada capital market dengan standar akuntansi negara-negara yang berorientasi pada ketentuan perpajakan (tax-driven)
c.       Berbagai aturan yang kompleks dalam IFRS dianggap sebagai hambatan bagi sebagian negara untuk melakukan konvergensi.
d.      Masih terdapat gap yang cukup besar antara IFRS dengan standar akuntansi nasional yang diterapkan untuk perusahaan kecil dan menengah (UKM)
4.      Untuk mendukung upaya konvergensi dibutuhkan partisipasi berbagai pihak diantaranya:
a.       Pemerintah/Regulator
b.      Profesi Akuntansi (IAI)
c.       Dewan Standar Akuntansi (DSAK)
d.      IASB
e.       Perusahaan
f.       Akademisi/Universitas
g.      Analis Pasar Modal dan Investor
5.      Hasil survey menunjukkan lebih dari 90% negara menyatakan berkeinginan untuk melakukan konvergensi standar akuntansinya dengan IFRS dan menganggap IASB sebagai lembaga yang representatif.
6.      Sebagian besar negara yang disurvey telah menyatakan secara formal untuk melakukan konvergensi. Pernyataan ini biasanya berawal dari ketentuan pemerintah, otoritas pasar modal maupun dari dewan penyusun standar. Pada umumnya, negara mewajibkan hanya bagi listed companies untuk mengadopsi ketentuan IFRS. Di beberapa negara, dewan penyusun standar berupaya mengurangi perbedaan yang ada diantara IFRS dengan standar akuntansi yang diterapkan yang nantinya akan diadopsi baik oleh perusahaan yang listed maupun yang non-listed.

SUMBER INFORMASI :
Anjasmoro, Mega. 2010.  Adopsi  International Financial Repot Standard: “Kebutuhan atau Paksaan?” Studi Kasus Pada PT Garuda Airlines Indonesia. Skripsi. Universitas Diponegoro
Gamayuni, Rindu Rika. 2009. Perkembangan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia Menuju International Financial Reporting Standards. Dalam Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 14, No. 2, pp. 153-166.
Zamzami, Faiz. Perkembangan Konvergensi International Financial Reporting Standards (IFRS) di Indonesia.
staff.ui.ac.id/internal/.../material/AkuntansiKeuangandanStandar.pptx



ANALISIS SISTEM

Analisis Sistem Penjelasan tentang suatu sistem informasi yang menyeluruh ke dalam bagian-bagian komponennya dengan maksud untuk mengidentifikasikan, mempelajari dan mengevaluasi permasalahan, kesempatan, hambatan yang terjadi dan kebutuhan yang diharapkan sehingga dapat diusulkan perbaikan.
Tugas utama dari menganalisis sistem meliputi :
§ Menentukan lingkup sistem
§ Mengumpulkan fakta
§ Menganalisis fakta
§ Mengkomunikasikan temuan-temuan tersebut melalui laporan
analisis sistem
Fakta merupakan bagian dari informasi yang menunjukkan realita,
situasi dan relasi yang menjamin analisis dan pemodelan.
LANGKAH-LANGKAH DI DALAM ANALISIS SISTEM
Langkah-langkah dasar yang harus dilakukan oleh analis sistem
adalah :
1. Identify, mengidentifikasi masalah
2. Understand, memahami kerja sistem yang ada
3. Analyze, menganalisis sistem
4. Report, membuat laporan hasil analisis
Beberapa Contoh Metode Perhitungan Bunga Penjualan Angsuran


 1. Metode sisa harga kontrak Pada metode ini bunga untuk setiap periode dihitung dari saldo awal pokok pinjaman setelah dikurangi dengan uang muka, sehingga bunga yang dibebankan untuk setiap periode sama besarnya dan jumlah angsuran ditambah bunga periode tersebut juga akan menghasilkan jumlah yang sama besar.


 2. Metode long end interst Pada metode ini besarnya perhitungan bunga dipakai saldo harga kontrak pada setiap awal periode angsuran yang bersangkutan, sehingga jumlahnya akan semakin berkurang dari angsuran yang satu dengan angsuran berikutnya.


 3. Metode short end interst Pada metode ini bunga yang diperhitungkan dari beberapa angsuran yang tetap jumlahnya,sedangkan jangka waktunya selalu dihitung dari permulaan ditanda tanganinya atau berlakunya perjanjian sampai dengan saat pembayaran angsuran yang bersangkutan.


 4. Metode Annuitet Pada metode ini pembayaran setiap periode sama besarnya dan setiap pembayaran tersebut meliputi pembayaran pokok pinjaman dan pembayaran bunga.

RE POST : Permainan Pihak Klaim Asuransi BRI Protection Plus

Posted on May 12, 2011 by mr udi Pada pertengahan bulan maret lalu kakak saya meninggal dunia, dan memiliki hak Klaim Asuransi BRI Protection Plus bedasar pada kartu kredit BRI (jadi tidak memegang Polis Asuransi) hanya ada tagihan bulanan (Debt Statments) yang pembayaran preminya disatukan dengan tagihan kartu kredit tidak besar sih.., dengan Premi Rp 27.500 perbulan yang telah dibayar selama 2 tahun. Saya sebagai adik ipar membantu menguruskan semua berkas Klaim : 1. Surat kematian dari Kelurahan 2. Surat kematian dari RS (Al-Islam Bandung) 3. FC Kartu Keluarga, KTP Suami (Alm) dan Istri (ahli waris) 4. Pernyataan sebab kematian Dokter 5. Surat Pernyataan ahli Waris yang diketahui Lurah-Camat 6. Surat Kuasa ahli Waris kepada Isri almarhum yang diketahui Lurah-Camat. 7. Bukti-bukti ahli waris (FC surat nikah dan akte kelahiran anak2 almarhum) Setelah semua berkas saya kirim melalui Fax (itupun beberapa kali / tahapan kirim data) ke lalu saya konfirmasi (lebih 7 kali telepon) Contact center BRI yang di sudirman tuh..yang ternyata Perusahaan asuransinya adalah PT.AVRIST. lalu kata mereka nanti tinggal nunggu dihubungi…! Lama seminggu…dua minggu bahkan hinga hampir sebulan saya menunggu Telepon dari pihak Asuransi TIDAK PERNAH ADA…! sebelum saya tahu itu PT.AVRIST saya telusuri dari mulai menghubungi Penerangan 108 hingga BRI Cabang Badung katanya untuk urusan asuransi berdasar kartu kredit langsung ke Pusat Call Center di Sudirman semuanya. Akhirnya dengan rasa malas (karena harus menunggu operator penjawab terus) saya menghubungi Call Center lagi untuk yang kesekian kalinya 11 kali mungkin, dan betapa terkejutnya saya, mendengar jawaban bahwa nomor laporan yang dari semula saya yang mendapatkan dan mengurusnya tiba-tiba jadi berubah nomor tersebut dilaporkan oleh ahli waris (kakak saya yang perempuan) tentu dengan nada heran saya menyangkal dan menegaskan nomor itu Pelapornya saya (saya ditolak dan akhirnya Komunikasi diputus oleh mereka) saya komfirmasi ke teteh saya (Istri almarhum yang menugaskan saya) ternyata dia tidak pernah menghubungi Call Center. Pertanyaannya : “kenapa tanpa sepengetahuan pihak penggugat Nomor Laporan tersebut berubah nama Pelapornya”. Dengan Penuh Penasaran saya mencari-cari nomor telepon Pihak asuransinya dengan menelusuri di BRI Pusat Jakarta, saya telepon dan tanya kesana kemari nomor pihak asuransi bagian Klaim Basis Kartu Kredit, dengan Trial and Error akhirnya saya menemukan nomor extension bagian yang dimaksud dengan Petugas Mrs. Rsd setelah lama disuruh nunggu “datanya belum ketemu” katanya, saya disuruh nelepon lagi 15 menit lagi. tapi setelah saya telepon tidak diangkat hingga beberapa kali pun. Besoknya Saya Telepon pagi-pagi dan akhirnya diangkat Jawabannya: Katanya “harus ada berkas tambahan Form 1 dan Form 2 (yg baru saya dengar) beserta berkas-berkas yang dulu dikirim Foto Copynya sekarang mereka minta aslinya dikirim Via Paket, lalu Mrs.Rsd tsb mengirim email Form 1 dan Form 2 yang harus diisi ahliwaris dan Dokterserta bukti Pemakaman” – dari Instansi terkait-. ” Berapa lama akan Cair kalau berkas ini sudah anda terima” Tanyaku, “7 hari kerja pak” katanya, Walaupun dengan hati Jengkel saya pikir Kenapa Infonya tidak dari dulu biar sekalian mengurusnya. yah sudahlah… karena kasihan pada teteh saya, saya pun melengkapinya dan dikirim Paket 2 hari berikutnya, langsung dikirim ke Mrs. Rsd. setelah 10 hari kerja (sengaja biar mereka kerja bener dan leluasa) baru saya telepon lagi langsung ke Mrs. Rsd “Bu Rosalina bagaimana Proses Klaim a.n Bpk Tatang Supriatna (alm) Bandung” Tanyaku. “Baru dimasukkan ya”Tanyanya “Wah sudah 10 hari yang lalu bu..!” kataku “Sebentar saya Cek” katanya saya nunggu hingga 5 menit di telepon tiba-tiba.. “Nanti saya menghubungi yach?” ” eh ke nomor mana?” katanya dengan membujuk.. saya beri nomor telepon saya dan menunggu hingga jam 5 sore TAK ADA TELEPON… 5 jam berikutnya saya telepon lagi Tidak diangkat BESOKNYA.., saya yang telepon dia dan ternyata hingga sekarang tidak diangkat… Persetan Perusahaan Asuransi nih…pikirku… selanjutnya setelah setelah seminggu dan berkali-kali saya hubungi akhirnya menjawab juga tapi mereka beralasan harus mengisi formulir lain yaitu Form yang menyatakan Bukti bukti meninggal dunia Buka Bukti Gambar: Form selengkapnya bisa didownload disini: DOWNLOAD FORM 1 Form Dengan sabar kami mengisi… Setelah dengan sabar kami mengisi dan mengirimkan melalui paket TIKI JNE paket sehari sampai…., LALU DUA MINGGU KAMI TIDAK MENDAPAT KABAR…..!!!!! Kami dengan “Sabar” dan “Penuh Harap” kembali menghubungi untuk yang ke sekian puluh kalinya….dan kembali terjadi kesulitan untuk menjawab telepon mungkin daftar no telepon kami sudah di “Banned” tapi dengan sabar kami terussss… mengulang-ulang menghubungi akhirnya mungkin mereka merasa terganggu juga, dan kembali terjadi harus mengisi formulir yang tidak kami sngka akan sepanjang dan se Berbelit begini…”KALAULAH KAMI BUKAN ORANG PAS-PASAN KALAU KAMI ORANG KAYA TIDAK MENGHARAPKAN UANG ITU PASTILAH KAMI MENYERAH DI PERJALANAN”. Dengan sedih capur kesal tapi dengan penuh harap kami mengisi kembali formulir yang mensurvey bahwa “Apakah ada Almarhum menderita Penyakit Jantung sebelumnya..?” mungkin karena Nota Penjelasan dari RS Al-Islam bahwa penyebab Kematian Alamarhum adalah sakit Jantung…,tapi tidak ada riwayat almarhum dirawat di RS dan tidak pernah ditemukan sakit Jantung, bahkan Almarhum aktif Olahraga tiap minggu 2 kali.., Form 2 selengkapnya bisa didownload disini: DOWNLOAD FORM 2 Setelah kami mengisi dengan sabar dan sesuai kenyataan di lapangan bahwa : 1. Almarhum tidak pernah ada riwayat sakit jantung 2. Almarhum hanya kadang-kadang mengalami gangguan sakit rhematik(asam Urat) itu pun kadang-kadang kambuh hanya 6 bulan sekali…. dan kembali mengirimkan Via Paket TIKI JNE sehari sampai, dan kami pun kembali menunggu untuk yang kesekian kalinya, Hampir tiga minggu kami menunggu kabar kami pun mencoba menghubungi kembali untuk yang kesekian kalinya TANGGAL 21 JUNI 2011 dan entah sudah berapa ratus ribu biaya Tagihan telepon Bandung-Jakarta Berpuluh kali…itu….. Dan Tahukah anda Apa Jawaban Mereka “BAHWA CLAIM TIDAK BISA DICAIRKAN karena ALMARHUM mengalami SAKIT RHEMATIK (ASAM URAT ITU) dan JAWABAN SELENGKAPNYA SUDAH DISERAHKAN KEPADA PIHAK BRI UNIT PASIRKOJA BANDUNG (Tempat almarhum menabung-Kredit-dan membayar cicilan BRI Protection Plus)” saya SEDIH DAN LEMAS MENDENGARNYA …Setelah sekian lama waktu pengajuan yang berlarut-larut, sekian rupiah dikelurkan untuk memperjuangkan Pengajuan hanya mendapat Kekesalan Dipermainkan….YANG SAYA KELUHKAN dan GUGAT DISINI adalah : 1. Begitu manisnya rayuan Sales asuransi BRI Protection Plus yang ternyata membawa nama Perusahaan asing PT. AVRIST itu, tanpa menjelaskan detail perjanjian (Polisnya). 2. Begitu lamanya proses Pengajuan Klaim dan terasa mempermainkan, dan mencari cari alasan…untuk mengugurkan claim mulai dari ‘perubahan nama Pelapor tanpa komfirmasi’ hingga ‘Tambahan formulir yang bertahap dan berbelit’. 3. Kenapa BRI mau bekerjasama dengan Perusahaan yang tidak Kredible dan tidak Profesional tersebut. 4. WASPADALAH KEPADA MASYARAKAT UMUM TERHADAP KETIDAKJELASAN perjanjian dan tidak memegang perjanjian Polis asuransi “APAPUN” 5. Akhirnya dengan Gugatan ini Kami Berharap Ada Pihak-Pihak yang yang mengerti dalam hal ini, dan bisa memberikan Advice, berbagi atau memberikan Solusi, baik itu profesional, Lembaga Perlindungan Konsumen atau sebagian Karyawan PT Avrist yang memiliki perasaan dan mengerti masalah ini, TOLONGLAH KAMI YANG LEMAH INI…..   Nama : FIRMANSYAH Kelas : 4EB02 NPM : 20208515 ANALISI PENULIS BENTUK PERUSAHAAN : ASURANSI NAMA PERUSAHAAN : PT. AVRIST BENTUK KECURANGAN : 1. PEMBAYARAN ASURANSI KE NASABAH 2. KETIDAK JELASAN DALAM PROSEDUR KLAIM ASURANSI 3. MANIPULASI DATA

Profesi Akuntansi

1. Mengapa suatu profesi perlu etika? Jelaskan pendapat saudara!
Karena etika adalah suatu hal yang sangat penting dalam setiap profesi,setiap profesi perlu adanya etika untuk memberikan batasan batasan dan aturan yang jelas dalam setiap profesi,sehingga setiap orang yang menjalankan profesinya tidak bisa berbuat seenaknya karena sudah ada aturannya.
2. Jelaskan 4 kebutuhan dasar yang harus dipenuhi suatu profesi? dan berilah contohnya masing-masing!
• Kredibilitas = Kredibilitas adalah kualitas, kapabilitas, atau kekuatan untuk menimbulkan kepercayaan.
Contohnya = Kredibilitas terhadap suatu produk. Bagian marketing harus dapat menyakinkan pembeli terhadap produknya sehingga pembeli yakin dan percaya terhadap produk yang akan dibelinya.

• Profesionalisme = Merupakan sifat kemahiran, kemampuan, cara pelaksanaan dari sesuatu yang dilakukan oleh seseorang.
Contohnya = Profesionalisme pada setiap pekerjaan atau profesi untuk menjalankan tugasnya dengan baik dan benar, dan dapat mempertanggungjawabkan hasil dari kerjanya.

• Kualitas Jasa = Kemampuan untuk memberikan pelayanan yang sesuai dan baik kepada masyarakat.
Contohnya = Memberikan pelayanan dengan kualitas terbaik sehingga masyarakat puas akan kinerja kita.
• Kepercayaan = kepercayaan (trust) sebagai derajat di mana seseorang yang percaya menaruh sikap positif terhadap keinginan baik dan keandalan orang lain yang dipercayanya di dalam situasi yang berubah ubah dan beresiko.

Contohnya = Memberikan kepercayaan kepada pegawai baru dalam menjalankan pekerjaannya agar memberikan pengalaman dalam bekerja.

penerapan etika dalam bisnis di era perdagangan bebas saat ini

1.Contoh penerapan etika dalam bisnis di era perdagangan bebas saat ini :
a) Pelaku bisnis harus mampu mengendalikan dirinya untuk tidak menerima apapun guna memperlancar usahanya dengan cara kotor (sogokan / korupsi).
b) Pelaku bisnis harus lebih perhatian dan peduli tehadap masyarakat dan lingkungan sekitar, dengan cara memperkerjakan masyarakat sekitar yang menganggur dan turut serta dalam membangun lingkunagn sekitar perusahaan.
c) Dalam meyususn rencana pelaku bisnis tidak hanya menyususn rencana jangka pendek saja tetapi juga menyususn rencana jangka panjang dan berkelanjutan.
d) Pelaku bisnis harus melakukan bisnis dengan cara wajar dan benar.
e) Setiap peraturan dan perjanjian yang telah dibuat atau disepakati harus benar-benar dijalankan dengan konsisten dan konsekuen.
2. Pendapat terhadap pernyataan "Kompetisi adalah konsep, mereka yang berhasil adalah yang mahir menghancurkan musuh-musuhnya".

Dalam semua bidang kompetisi itu perlu, gunanya adalah untuk memunculkan persaingan, karena tanpa persaingan tidak akan ada rasa atau keinginan untuk maju, didalam persaingan setiap orang berlomba-lomba untuk menjadi yang terbaik, dan orang yang mampu mengungguli pesaingnya adalah orang yang tebaik.

3. Contoh penerapan dari prinsip-prinsip GCG pada BUMN :

Transparasi (Transparency) :
- Perusahaan menyediakan informasi yang jelas, akurat, dan tepat waktu
- Mengumumkan jabatan yang kosong secara terbuka.

Kemandirian (Independence) :
- Tidak bergantung pada pihak eksternal.
- Proses pengambilan keputusan di nperusahaan dilakukan secara obyektif untuk kepentingan perusahaan.

Kewajaran (Fairness):
- Sistem hukum dan peraturan serta penegakannya yang jelas dan berlaku bagi semua pihak.
- Perlakuan adil kepada seluruh pihak pemegang kepentingan (nasabah, pelanggan, pemilik) dalam memberikan pelayanan dan informasi.

Akuntabilitas (accountability) :
- Pemberdayaan dewan komisaris untuk melakukan monitoring, evaluasi, dan pengendalian terhadap manajemen guna memberikan jaminan perlindungan kepada pemegang saham dan pembatasan kekuasaan yang jelas di jajaran direksi.
- Sistem penilaian kinerja operasional, organisasi, dan perorangan telah sepakat ditetapkan, di terapkan dan dievaluasi dengan baik.

Penerapan Etika dan Etiket di Masyarakat

1. Sebutkan penerapan etiket di masyarakat minimal 5 ?
i. Menyapa teman atau orang yang kita kenal
ii. Berbicara dengan sopan kepada orang lain
iii. Mengetuk pintu dan mengucapkan salam ketika bertamu
iv. Memakai pakaian yang sopan atau teturup
v. Makan menggunkan tangan kanan dan dalam posisi duduk
2. Apabila seseorang melanggar etika akan mendapatkan sanksi. Sebutkan contoh etika
sosial dan sanksi sosial yang berlaku di masyarakat ?
Contoh etika sosial di masyarakat :
A. Wanita tidak boleh menggunakan pakaian yang terbuka ditempat umum
B. Tidak boleh membuat keributan sehingga membuat orang lain menjadi tidak nyaman
C. Berkata jujur, tidak berbohong kepada siapapun
D. Bertutur bahasa yang baik, ramah dan sopan baik kepada orang yang lebih tua
maupun yang sebaya dengan kita
E. Tidak menelfon orang pada larut malam
Contoh sanksi sosial yang berlaku di masyarakat
A. Orang yang melihat akan berfikir negative dan menjadi sasaran tindak kejahatan (pelecehan seksual)
B. Di tegur atau dikucilkan dalam masyarakat
C. Diserahkan ke pihak yang berwajib jika pelanggaran yang kita buat sudah
melewati batas-batas norma dalam lingkungan tersebut
D. Dikekan denda atas pelanggaran yang kita buat
E. Menjadi pergunjingan orang banyak
3. Apa kelebihan dan kekurangan paham hedonisme bila diterapkan di era globalisasi
sekarang ?
Kelebihan
a. Memberikan informasi yang banyak kepada kita
b. Menambah pengetahuan dan teknologi
c. Karena kemajuan teknologi membuat kita lebih mudah dalam menjalankan kegiatan
Kekurangan
a. Kita lupa akan budaya dan sejarah kita
b. Bisa merusak nilai dan norma yang ada di lingkungan masyarakat / sosial,
politik, hukum, ekonomi, dan budaya.
c. Bisa merusak generasi muda bangsa yang ada dan untuk masa yang akan datang.

Conditional Sentences

Conditional Sentences
Conditional (Kalimat Pengandaian) menjelaskan bahwa sebuah kegiatan bertentangan dengan kegiatan yang lain. Conditional yang paling umum adalah Real Conditonal dan Unreal Conditonal, kadang-kadang disebut juga if-clauses.
Real Conditional (sering juga disebut juga dengan Conditional Tipe I) yang menggambarkan tentang mengandai-andai sesuai dengan fakta.
Unreal Conditional (sering juga disebut sebagai Conditional Tipe II) yang menggambarkan tentang pengandaian yang tidak nyata atau berimajinasi.
Ada juga Conditional yang ke-3 yang sering disebut dengan Conditional Tipe III, digunakan sebagai penyesalan yang terjadi di masa lampau dan zero conditional, digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang sudah pasti benar.
Catatan: Jika klausa "if" diletakkan di awal kalimat, kita harus menggunakan koma. Sebaliknya jika klausa "if" berada di belakang, maka tidak perlu ada koma
Zero Conditional
Digunakan untuk mengekspresikan kebenaran umum. Tense yang digunakan biasanya Present Simple Tense
Rumus
(Klausa IF) (Induk Kalimat)
If you heat water to 100 C, it boils.
Atau
(Induk Kalimat) (Klausa IF)
Water boils if you heat it to 100 C,
Contoh:
• If you drop an apple, it falls. = An apple falls, if you drop it.
• If you don't do your homework, I will be disappointed. = I will be disappointed, if you don't do your homework.
Catatan: Pada tipe ini, if sering digantikan dengan "when"
Conditional I
Digunakan untuk mengekspresikan pengandaian yang dibuat berdasarkan fakta di masa sekarang atau masa yang akan datang dan pengandaian ini bisa saja terjadi. Klausa if biasanya dalam bentuk Present Simple Tense.
Rumus
(Klausa IF) (Induk Kalimat)
If I see you tomorrow, I will buy you a drink.
Atau
(Induk Kalimat) (Klausa IF)
I will buy you a drink if I see you tomorrow.
Kita sering menggunakan unless yang artinya 'jika... tidak.
Rumus
(Klausa IF) (Induk Kalimat)
Unless you hand in your homework, I won't mark it.
Artinya
If you don't hand in your homework, I won't mark it.
Atau
(Induk Kalimat) (Klausa IF)
I won't mark your homework unless you hand it in.
Artinya
I won't mark your homework if you don't hand it in.
Catatan: Kita tidak pernah menggunakan will, atau won't dalam Klausa IF.
Contoh:
• If I have time today, I will phone my friend. = I will phone my friend, if I have time today.
• If I go to England, I will buy some Cheddar cheese. = I will buy some Cheddar cheese, if I go to England.
Conditional Tipe II
Digunakan untuk mengekspresikan situasi yang tidak nyata di masa sekarang atau masa yang akan datang. Tipe ini digunakan untuk mengekspresikan sebuah harapan. Tenses yang digunakan dalam klausa IF adalah Past Simple Tense.
Rumus
(Klausa IF) (Induk Kalimat)
If I won the lottery, I would buy a new house.
Atau
(Induk Kalimat) (Klausa IF)
I would buy a new house if I won the lottery.
Catatan: Jangan gunakan would atau wouldn't dalam Klausa IF.
Contoh:
� If I were you, I wouldn't do that. = I wouldn't do that, if I were you.
� If I had more time, I would do more on my websites. = I would do more on my websites, if I had more time.
Conditional Tipe III
Digunakan untuk mengekspresikan sebuah kondisi di masa yang lampau yang tidak mungkin akan terjadi lagi. Sering digunakan untuk mengkritik atau penyesalan. Tenses yang digunakan dalam Klausa IF adalah Past Perfect Tense.
Rumus
(Klausa IF) (Induk Kalimat)
If I had worked harder, I would have passed my exam.
If I had worked harder, I could have passed my exam.
If I had worked harder, I should have passed my exam.
Atau
(Induk Kalimat) (Klausa IF)
I would have passed my exam if I had worked harder.
I could have passed my exam if I had worked harder.
I should have passed my exam if I had worked harder.
Catatan: Jangan gunakan would have atau wouldn't have, dll dalam Klausa IF.
Contoh:
• If I hadn't helped you, you would have failed. = You would have failed, if I hadn't helped you.
• If it had been sunny, we could have gone out. = We could have gone out, if it had been


sumber : google.com

Conditional Sentences

Conditional Sentences
Conditional (Kalimat Pengandaian) menjelaskan bahwa sebuah kegiatan bertentangan dengan kegiatan yang lain. Conditional yang paling umum adalah Real Conditonal dan Unreal Conditonal, kadang-kadang disebut juga if-clauses.
Real Conditional (sering juga disebut juga dengan Conditional Tipe I) yang menggambarkan tentang mengandai-andai sesuai dengan fakta.
Unreal Conditional (sering juga disebut sebagai Conditional Tipe II) yang menggambarkan tentang pengandaian yang tidak nyata atau berimajinasi.
Ada juga Conditional yang ke-3 yang sering disebut dengan Conditional Tipe III, digunakan sebagai penyesalan yang terjadi di masa lampau dan zero conditional, digunakan untuk mengekspresikan sesuatu yang sudah pasti benar.
Catatan: Jika klausa "if" diletakkan di awal kalimat, kita harus menggunakan koma. Sebaliknya jika klausa "if" berada di belakang, maka tidak perlu ada koma
Zero Conditional
Digunakan untuk mengekspresikan kebenaran umum. Tense yang digunakan biasanya Present Simple Tense
Rumus
(Klausa IF) (Induk Kalimat)
If you heat water to 100 C, it boils.
Atau
(Induk Kalimat) (Klausa IF)
Water boils if you heat it to 100 C,
Contoh:
• If you drop an apple, it falls. = An apple falls, if you drop it.
• If you don't do your homework, I will be disappointed. = I will be disappointed, if you don't do your homework.
Catatan: Pada tipe ini, if sering digantikan dengan "when"
Conditional I
Digunakan untuk mengekspresikan pengandaian yang dibuat berdasarkan fakta di masa sekarang atau masa yang akan datang dan pengandaian ini bisa saja terjadi. Klausa if biasanya dalam bentuk Present Simple Tense.
Rumus
(Klausa IF) (Induk Kalimat)
If I see you tomorrow, I will buy you a drink.
Atau
(Induk Kalimat) (Klausa IF)
I will buy you a drink if I see you tomorrow.
Kita sering menggunakan unless yang artinya 'jika... tidak.
Rumus
(Klausa IF) (Induk Kalimat)
Unless you hand in your homework, I won't mark it.
Artinya
If you don't hand in your homework, I won't mark it.
Atau
(Induk Kalimat) (Klausa IF)
I won't mark your homework unless you hand it in.
Artinya
I won't mark your homework if you don't hand it in.
Catatan: Kita tidak pernah menggunakan will, atau won't dalam Klausa IF.
Contoh:
• If I have time today, I will phone my friend. = I will phone my friend, if I have time today.
• If I go to England, I will buy some Cheddar cheese. = I will buy some Cheddar cheese, if I go to England.
Conditional Tipe II
Digunakan untuk mengekspresikan situasi yang tidak nyata di masa sekarang atau masa yang akan datang. Tipe ini digunakan untuk mengekspresikan sebuah harapan. Tenses yang digunakan dalam klausa IF adalah Past Simple Tense.
Rumus
(Klausa IF) (Induk Kalimat)
If I won the lottery, I would buy a new house.
Atau
(Induk Kalimat) (Klausa IF)
I would buy a new house if I won the lottery.
Catatan: Jangan gunakan would atau wouldn't dalam Klausa IF.
Contoh:
� If I were you, I wouldn't do that. = I wouldn't do that, if I were you.
� If I had more time, I would do more on my websites. = I would do more on my websites, if I had more time.
Conditional Tipe III
Digunakan untuk mengekspresikan sebuah kondisi di masa yang lampau yang tidak mungkin akan terjadi lagi. Sering digunakan untuk mengkritik atau penyesalan. Tenses yang digunakan dalam Klausa IF adalah Past Perfect Tense.
Rumus
(Klausa IF) (Induk Kalimat)
If I had worked harder, I would have passed my exam.
If I had worked harder, I could have passed my exam.
If I had worked harder, I should have passed my exam.
Atau
(Induk Kalimat) (Klausa IF)
I would have passed my exam if I had worked harder.
I could have passed my exam if I had worked harder.
I should have passed my exam if I had worked harder.
Catatan: Jangan gunakan would have atau wouldn't have, dll dalam Klausa IF.
Contoh:
• If I hadn't helped you, you would have failed. = You would have failed, if I hadn't helped you.
• If it had been sunny, we could have gone out. = We could have gone out, if it had been


sumber : google.com

TOEFL

1.Pengertian TOEFL
TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah standardisasi kemampuan bahasa inggris seseorang secara tertulis (de jure) yang meliputi empat aspek penguasaan: Listening, Writing dan Reading,Tes ini dikembangkan dan diselenggarakan oleh ETS (Educational Testing Service) sebuah lembaga nirlaba yang berkedudukan di Amerika Serikat dan pertama kali diselenggarakan pada tahun 1964. Sistem penilaian TOEFL menggunakan konversi dari setiap jawaban yang benar. Nilai TOEFL tertinggi yang bisa dicapai seseorang adalah 675.


2. Tujuan Test TOEFL
Academic adalah menggunakan test untuk tujuan pendidikan, penelitian atau yang berhubungan dengan kegiatan akademis di luar negeri, ataupun di Indonesia. Untuk paska sarjana, biasanya nilai minimal adalah 550. sedangkan untuk S1 adalah 500,selain itu juga digunakan untuk tujuan pekerjaan, kenaikan pangkat atau tugas kerja. Banyak perusahaan yang memasang standar bahasa inggris karyawannya dengan melihat nilai TOEFL – nya. Umumnya, nilai TOEFL minimal adalah 500 untuk kenaikan pangkat standar.


3.Bagaimana hubungan skor yang diperoleh dengan tingkat penguasaan bahasa Inggris seseorang?

Secara umum kita mengenal tiga level penguasaan bahasa asing, yaitu Tingkat Dasar (Elementary), Tingkat Menengah (Intermediate), dan Tingkat Mahir (Advanced). untuk skor TOEFL, para ahli bahasa biasanya mengelompokkan skor ini kedalam empat level berikut ( Carson, et al., 1990):
a.Tingkat Dasar (Elementary) : 310 s.d. 420
b.Tingkat Menengah Bawah (Low Intermediate) : 420 s.d. 480
c.Tingkat Menengah Atas (High Intermediate) : 480 s.d. 520
d.Tingkat Mahir (Advanced) : 525 s.d 677

Dengan mengetahui klasifikasi tingkat penguasaan bahasa Inggris seperti yang terlihat diatas, kita tentu bisa memaklumi bahwa sangatlah beralasan mengapa perguruan tinggi di negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa resminya, mensyaratkan skor TOEFL tertentu bagi calon mahasiswa internasional mereka. Untuk bisa diterima di program S1, skor yang umumnya mereka tetapkan adalah sekitar 475 s.d. 550, sedangkan untuk masuk program S2 dan S3 persyaratan skor TOEFLnya lebih tinggi lagi yaitu sekitar 550 s.d. 600.
Beberapa perguruan tinggi di Indonesia telah menetapkan skor TOEFL tertentu bagi para mahasiswanya (Huda, 1999). Dalam kaitannya dengan upaya peningkatan kualitas lulusan perguruan tinggi, peraturan yang mengharuskan mahasiswa perguruan tinggi memiliki penguasaan TOEFL sampai pada tingkat tertentu diharapkan akan berdampak positif dan seharusnya kita dukung. Penguasaan bahasa Inggris yang baik diharapkan akan dapat meningkatkan kemampuan berfikir dan bekerja pada tingkat global, suatu kondisi kerja dimasa depan yang perlu kita persiapkan sejak sekarang.

4. Apakah nilai TOEFL seseorang menjamin kemampuan bahasa inggris seseorang?

Umumnya, orang memahami bahwa bahasa inggris adalah speaking, conversation, cas cis cus dan seterusnya. Bahasa inggris mengcover 4 skill utama yaitu: Listening (pencernaan kata melalui pendengaran), Writing (pencernaan kata melalui tulisan dan tata bahasanya), reading (pencernaan makna sebuah text bahasa) dan Speaking (mampu mengucapkannya).
Berbicara tentang penguasaan bahasa, maka tidak bisa dilepaskan dari penguasaan empat skill tadi, secara sempurna. Namun, banyak yang beranggapan, yang penting adalah kemampuan mengucapkannya, meski dengan tata bahasa yang penuh toleransi dan pilihan kata yang seadanya dan asal ketemu.

5. Kapan dan dimana seseorang bisa mengikuti tes TOEFL?

Paper and Pencil Based TOEFL dan Computer Based TOEFL hanya bisa ditempuh pada waktu tertentu yang telah terjadwal jauh hari sebelum tes diselenggarakan. Tempat atau testing center dimana kedua tes ini diselenggarakan juga telah ditentukan oleh ETS sebagai pemegang lisensi tesTOEFL. Kedua macam tes TOEFL yang diselenggarakan di testing center tertentu tsb. biasa juga disebut International TOEFL. Hal ini dimaksudkan untuk membedakan keduanya dengan TOEFL ITP dan TOEFL Equivalent/Prediction.
Sedangkan untuk mengikuti TOEFL ITP, peserta tes harus menghubungi Institusi yang telah ditunjuk oleh IIEF Jakarta sebagai tempat pelaksanaan. Untuk pelaksanaan TOEFL ITP diperlukan peserta minimal 10 orang. Balai Bahasa Unmul sejak tahun 2001 merupakan salah satu institusi yang berhak menyelenggarakan TOEFL ITP.
Jenis tes TOEFL Prediction/Equivalent merupakan jenis tes yang paling fleksibel pelaksanaannya. Di Balai Bahasa Unmul, tes ini juga merupakan tes yang paling banyak diikuti oleh mereka yang ingin mengukur penguasaan bahasa Inggris untuk berbagai keperluan. Setiap saat peserta tes dapat mengikuti tes ini dengan menghubungi Balai Bahasa Unmul minimal satu hari sebelum hari penyelenggaraan.


6. Cara meningkatkan TOEFL

a.Mengikuti kursus TOEFL Preparation dan/atau IELTS Preparation yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga kursus di kota Anda
b. Belilah buku-buku TOEFL/IELTS yang banyak tersedia di toko-toko buku. Pelajari materinya dengan baik. Simak dan kuasai setiap tips and tricks. Yakinlah, tidak lama lagi skor TOEFL/IELTS Anda akan melejit.
c.Download buku TOEFL/IELTS yang ada di intern

Bahasa Inggris Bisnis 2

Subject - Verb agreement dan Verb as Complements

Subject – Verb Agreement
Choose the correct form of the verb in the following sentence

1. Neither Bill Nor marry (IS/are) going to the play tonight.
2. Anything (IS/are) better than going to another movie tonight.
3. Skating (IS/are) becoming more popular everyday.
4. A number Of reporters (was/WERE) at the conference yesterday.
5. Every body who (has/HAVE) a fever must go home immediately.
6. Your glasses (was/WERE) on the bureau last night.
7. There (WAS/were) some people at the meeting last night.
8. The committee (has/HAVE) already reached a decision.
9. A pair of jeans (WAS/were) in the washing machine this morning.
10. Each student (has/HAVE) answered the first three questions.
11. Either john or his wife (make/MAKES) breakfast each morning.
12. After she had perused the material, the secretary decided that everything (WAS/were) in order.
13. The crowd at the basketball game (WAS/were) wild with excitement.
14. A pack of wild dogs (has/HAVE) frighatened all the ducks away.
15. The Jury (is/ARE) trying to reach a decision.
16. The army (has/HAVE) eleminated this sections of the training test.
17. The number of students who have withdrawn from class this quarter (IS/are) appalling.
18. There (HAS/have) been too many interruptions in this class.
19. Every elementary school teacher (has/HAVE) to take this examination.
20. Neither jill nor her parents (has/HAVE) seen this movie before.

VERB as Complements
Choose the correct form of the verb in parentheses in the following sentence

1. The teacher decided (accepting/TO ACCEPT) the paper.
2. They approciate (to have/HAVING) this information.
3. His father doesn’t approve of his (GOING/to go) to europa.
4. We found it very difficult (REACHING/to reach) a decision.
5. Donna is interested in (to open/OPENING) a bar.
6. George has no intention of (TO LEAVE/leaving) the city now.
7. We are eager (TO RETURN/returning) to school in the fall.
8. You would be better Off (TO BUY/buying) this car.
9. She refused (to accept/ACCEPTING) the gift
10. Marry regrets (TO BE/being) the one to have to tell him.
11. George pretented (to be/BEING) sick yesterday.
12. Carlos hopes (to finish/FINISHING) his thesis this years.
13. They a greed (TO LEAVE/leaving) early.
14. Helen was anxious (to tell/TELLING) her family aboiut her promotion.
15. We are not ready (TO STOP/stopping) this research at this time.
16. Henry shouldn’t risk (TO DRIVE/driving) so fast.
17. He demands (TO KNOW/knowing) whats is going on.
18. She is looking forward to (RETURN/returning) to her country.
19. There is no excuse for (to leave/LEAVING) the room in this condition.
20. Gerald returned to his home after (to leave/LEAVING) the game

Past Tense VS Present Tense

Inti dari Past Tense adalah untuk menyatakan peristiwa yang telah “Lampau”. Semua itu sudah “Past. Berikut adalah rumus yang digunakan dalam past tense
Rumus Past Tense:
Positif: S + V2
Negatif: S + did not + V1
Tanya: Did + S + V1
Contoh Kalimat Past Tense:
The earth rotated around the sun
Kata kerjanya bentuk kedua “rotated”, ini tergolong kata kerja beraturan, tinggal tambahkan ED di belakang rotate.
Contoh lagi:
Kita akan pakai kata kerja bentuk 1-2-3 berikut:
see – saw – seen (melihat)
buy – bought- bought (membeli)
go – went – gone (pergi)
-I saw her standing there (Saya lihat dia berdiri disana).
-My Father bought this car last year
-They went to Tokyo last month
-She went home two minutes ago

Contoh lainnya adalah :

• I played tennis with some guys from work yesterday.
• We stayed in Shanghai for five days.

Kata kerja simple past tense (kata kerja bentuk ke-2) yang reguler dibentuk dengan menambahkan “-ed” pada akhiran kata kerja.
Semua contoh kalimat tersebut itu sudah terjadi

Kegunaan
Simple past tense digunakan untuk menyatakan sebuah tindakan yang telah selesai dilakukan. Contoh:
• We watched a movie at the weekend (kami menonton film di akhir pekan)
• She arrived on Thursday (dia tiba hari Kamis)


Waktu spesifik harus dinyatakan atau diisyaratkan. Contoh:
• I walked to work this morning - Dalam kalimat ini waktunya disebutkan
• I walked to work - Dalam kalimat ini waktu tidak disebutkan, tetapi konteks

kalimatnya dapat membuat kita memahami waktu yang dimaksud (yakni waktu lampau).
Kalimat Negatif Past Tense
Sesuai rumusnya: S + did + not + V1
V1 -V2 – V3: Do – Did – Done

Jadi kita pakai “Did”. Karena negatif maka tambah “Not”. Jadi Did Not
Kalimat positif tadi, kita jadikan negatif:
-I saw her standing there
Menjadi: I did not see her standing there
Lihatlah saw jadi see lagi. See-saw-seen kan bentuk kata kerjanya?
Positif: My Father bought this car last year
Negatif: My Father did not BUY this car last year
Kalimat negatif simple past tense dibuat dengan did dan not. Did adalah bentuk lampau dari kata kerja to do. Did dan not sering disingkat menjadi didn’t. Contoh lainnya:
- I arrived in London on Monday -> I didn’t arrive on Sunday.
- They stayed at the Vivaldi Hotel -> They didn’t stay at the Carlton Hotel.
Karena “did” merupakan bentuk lampau, maka kata kerja utama tidak mengalami perubahan. Contoh:
• We didn’t live in Italy. Did adalah bentuk lampau sehingga live tidak dirubah menjadi bentuk lampau.
• We didn’t lived in Italy. Kalimat ini tidak benar.
Kalimat Tanya Past Tense
Pertanyaan dibuat dengan menempatkan did sebelum subjek. Contoh:
• You lived in Japan -> Did you live in Japan?
• They stayed at the Vivaldi Hotel -> Did they stay at the Vivaldi Hotel?
Kata kerja utama juga tidak berubah (tidak diganti menjadi bentuk lampau), contoh:
- You lived in Japan -> Did you lived in Japan? (tidak benar)
- You lived in Japan -> Did you live in Japan? (benar)
Contoh lainnya :
Positif: My Father bought this car last year
Tanya: Did My Father BUY this car last year
Boleh saja Anda tambahkan dengan Where, When, Why dan sebagainya seperti ini:
-When did my father buy this car?
-Why did they go to tokyo?
Kata kerja tidak beraturan
Ada banyak kata kerja simple past tense yang tidak beraturan (irregular verbs) dalam bahasa Inggris, yakni tidak ditambahkan -ed. Berikut beberapa kata kerja tidak beraturan yang paling umum.

be - was/were
become - became
begin - began
break - broke
bring - brought
build - built
buy - bought
catch - caught
choose - chose
come - came
do - did
draw -drea
eat - ate
feel - felt
fight - fought
find - found
fly - flew
forget - forgot
get - got
give - gave
go - went
have - had
hear - heard
hit - hit
know - knew
learn - learnt/learned
leave - left
lose - lost make - made
meet - met
pay - paid
read - read
ride - rode
run - run
say - said
sell - sold
send - sent
shut - shut
sing - sang
sit - sat
sleep - slept
smell - smelt/smelled
speak - spoke
stand - stood
swim - swam
take - took
teach - taught
tell - told
think - thought
understand - understood
wear - wore
win - won
write - wrote

PRESENT PERFECT TENSE
Present perfect tense digunakan untuk menyatakan tindakan atau situasi yang pernah atau sudah terjadi. Kapan terjadinya tindakan atau situasi itu tidak terlalu penting.

Pola kalimat present perfect tense.

Pola I
(+) S + have/has + V3
(-) S + have/has + not + V3
(?) Have/has + S + V3

Pola II
(+) S + have/has + been + Adj/Adv/N
(-) S + have/has + not + been + Adj/Adv/N
(?) Have/has + S + been + Adj/Adv/N

Contoh kalimat pola I:
I have finished my work.
She has not eaten lunch.
Have you seen that movie?

Contoh kalimat pola II:
She has been sick for two days.
They have not been busy for one day.
Have you been here for two hours?


Catatan

Has dipakai jika subjek adalah orang ketiga tunggal (he, she, it).

Dalam percakapan (present perfect tense) biasanya subject dan auxiliary verb mengalami penyingkatan (contraction). Dan kadang-kadang dalam bentuk tulisan, penyingkatan ini juga dipakai.
I’ve finished my work.
She’s been sick for two days.

Singkatan ‘s setelah subjek orang ketiga dapat berarti auxiliary verbs (kata kerja bantu) have atau be. “It’s eaten” dapat berarti:
It has eaten. [present perfect tense, active voice]
It is eaten. [present tense, passive voice]
Perhatikan konteksnya, maka akan jelas auxiliary verbs yang mana yang dipakai.

Present perfect tense lebih sering dipakai di Inggris daripada di Amerika yang lebih sering menggunakan bentuk past tense.
Have you had lunch? (Inggris)
Did you have lunch? (Amerika)

1. Kita menggunakan present perfect continuous tense untuk membicarakan tentang situasi-situasi yang telah dimulai di masa lampau dan masih sedang berlangsung, atau baru saja selesai dan mempengaruhi masa sekarang (present). Contoh:
• It has been rining the whole day. (maksud: masih sementara hujan)
• Anne is out of breath. She has been running. (maksud: ia tidak sedang berlari sekarang, tetapi dia kehabisan nafas)
2. Kita bisa menggunakan present perfect continuous tense untuk berbicara tentang tindakan-tindakan yang berulang sampai sekarang. Contoh:
• I have been playing football since I was twelve. (maksud: selalu bermain sepakbola dari dulu hingg sekarang).
3. Kita sering menggunakan present perfect continuous tense dengan kata “lately” atau “recently” dalam kalimat untuk memperkuat makna. Keduanya berarti “pada beberapa hari atau pekan belakangan”. Contoh:
• We have been working a lot recently (maksud: akhir-akhir ini kami selalu bekerja)
• Our sons has been watching too much television lately (maksud: putra kami banyak menonton televisi belakangan ini).


ENGLISH IRREGULAR VERB CHART
base form past simple
past participle
arise - a rose - arisen
awake - awoke - awoken
be - was/were been
bear - bore - born(e)
beat - beat - beaten
become- became - become
begin - began - begun
bend - bent - bent
bet - bet - bet
bind - bound - bound
bite - bit - bitten
bleed - bled - bled
blow - blew - blown
break - broke - broken
breed - bred - bred
bring - brought- brought
broadcast - broadcast - broadcast
build - built - built
burn - burnt/burned - burnt/burned
burst - burst - burst
buy - bought- bought
can - could -…… (been able)
catch - caught- caught
choose - chose - chosen
cling - clung - clung
come - came - come
cost - cost - cost
creep - crept - crept
cut - cut - cut
deal - dealt - dealt
dig - dug - dug
do - did - done
draw - drew - drawn
dream - dreamt/dreamed - dreamt/dreamed
drink - drank - drunk
drive - drove - driven
eat - ate - eaten
fall - fell - fallen
feed - fed - fed
feel - felt - felt
fight - fought- fought
find - found - found
fly - flew - flown
forbid - forbade - forbidden
forget - forgot - forgotten
forgive- forgave - forgiven
freeze - froze - frozen
get - got - got
give - gave - given
go - went - gone
grind - ground - ground
grow - grew - grown
hang - hung - hung
have - had - had
hear - heard - heard
hide - hid - hidden
hit - hit - hit
hold - held - held
hurt - hurt - hurt
keep - kept - kept
kneel - knelt - knelt
know - knew - known
lay - blaid - laid
lead - led - led
lean - leant/leaned - leant/leaned
learn - learnt/learned -learnt/learned
leave - left - left
lent - lent - lent
lie - lay - lain
lie - lied - lied
light - lit/lighted - lit/lighted
lose - lost - lost
make - made - made
may - might ……
mean - meant - meant
meet - met - met
mow - mowed - mown/mowed
must - had to ……
overtake - overtook - overtaken
pay - paid - paid
put - put - put
read - read - read
ride - rode - ridden
ring - rang - rung
rise - rose - risen
run - ran - run
saw - sawed - sawn/sawed
say - said - said
see - saw - seen
sell - sold - sold
send - sent - sent
set - set - set
sew - sewed - sewn/sewed
shake - shook - shaken
shall - should - ……
shed - shed - shed
shine - shone - shone
shoot - shot - shot
show - showed - shown
shrink - shrank - shrunk
shut - shut - shut
sing - sang - sung
sink - sank - sunk
sit - sat - sat
sleep - slept - slept
slide - slid - slid
smell - smelt - smelt
sow - sowed - sown/sowed
speak - spoke - spoken
spell - spelt/spelled - spelt/spelled
spend - spent - spent
spill - spilt/spilled - spilt/spilled
spit - spat - spat
spread - spread - spread
stand - stood - stood
steal - stole - stolen
stick - stuck - stuck
sting - stung - stung
stink - stank - stunk
strike - struck - struck
swear - swore - sworn
sweep - swept - swept
swell - swelled - swollen/swelled
swim - swam - swum
swing - swung - swung
take - took - taken
teach - taught - taught
tear - tore - torn
tell - told - told
think - thought - thought
throw - threw - thrown
understand - understood - understood
wake - woke - woken
wear - wore - worn
weep - wept - wept
will - would ……
win - won - won
wind - wound - wound
write - wrote - written